Sejarah Krakatau dan Berpetualang Seru di Gunung Anak Krakatau (1)

Warga, nelayan ataupun wisatawan memang dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah, akan tetapi traveler masih bisa berkunjung ke sini diluar dari radius yang telah ditentukan tersebut. (Episode 3)

IPHEDIA.com - Jika traveler seorang petualang pasti menyukai ke tempat berpetualang yang satu ini, Gunung Anak Krakatau (GAK). Gunung Anak Krakatau merupakan gunung berapi aktif yang berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung.

Meski dalam status Level Waspada dan terjadi aktivitas letusan, namun itu hal biasa yang terjadi di Gunung Anak Krakatau. Warga, nelayan ataupun wisatawan memang dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah, akan tetapi traveler masih bisa berkunjung ke sini diluar dari radius yang telah ditentukan tersebut.

Sampai dengan saat ini, baik offline maupun online hampir sudah tak terhitung operator tur yang menyediakan paket wisata ke Gunung Krakatau dan Gunung Anak Krakatau di Lampung. Untuk diketahui, Krakatau adalah cagar alam.

Karena asal-usul pembentukan, lokasi dan habitatnya, maka oleh pemerintah Indonesia, Gunung Anak Krakatau dijadikan kawasan cagar alam, bagian dari kawasan konservasi yang harus dilindungi. Pada tahun 1991, UNESCO mengakui Cagar Alam Krakatau sebagai situs warisan dunia.

Berkunjung ke Gunung Anak Krakatau saat ini sangat mudah. Banyak sekali travel agen atau tour guide yang menawarkan paket-paket menarik dengan harga terjangkau. Traveler scearch di Google tentang wisata Gunung Anak Krakatau akan muncul agen dan paket wisata yang menawarkan ke GAK.
 

Menikmati keindahan Gunung Anak Krakatau juga ada banyak cara, mulai dengan mengelilinginya menggunakan kapal atau perahu, bisa pula menatap indahnya deretan Gunung Krakatau dari Pulau Sebesi. Tentu saja, hal ini lebih aman bagi traveler.
 

Untuk menuju ke Gunung Anak Krakatau ada tiga rute yang bisa traveler tempuh. Rute pertama lewat Pelabuhan Canti. Kalau berangkatnya dari Jawa, berarti traveler harus menyeberang lagi menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Merak ke Bakauheuni.

Sesampainya di Bakauheni, sudah ada transportasi darat yang akan membawa traveler menuju Pelabuhan Canti di Kalianda. Kapal penumpang yang melayani jalur Canti-Pulau Sebesi berlayar sehari sekali, lebih tepatnya setiap pukul 13.00 WIB.

Rute sebaliknya, yakni Pulau Sebesi-Canti berangkat setiap pukul 07.00 WIB. Di Pulau Sebesi, traveler bisa menginap di rumah penduduk sebelum melanjutkan perjalanan dengan perahu motor sewaan ke Kepulauan Krakatau.

Kemudian, rute kedua lewat Pelabuhan Ikan. Dari sini traveler musti sewa perahu motor dari Pelabuhan Pendaratan Ikan di Kalianda, Lampung Selatan. Tarifnya bisa traveler nego, tergantung berapa lama traveler menyewa perahunya.

Selanjutnya, rute ketiga lewat Anyer. Kalau traveler tinggal atau dari Jawa tidak perlu menyeberang lagi ke Bakauheni. Traveler bisa langsung berangkat ke Pelabuhan Anyer di Banten. Tapi, rute yang ini memang agak lebih mahal, soalnya jarak tempuhnya lebih jauh. Bersambung ke Sejarah Krakatau dan Berpetualang Seru di Gunung Anak Krakatau (2). (Akhmad Sadad)

Baca: Sejarah Krakatau dan Berpetualang Seru di Gunung Anak Krakatau (2)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top