Kemampuan Menulis Bukan Didapat Secara Spontan Tapi Usaha Nyata

Kegiatan menulis, sama saja dengan meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang di mengerti orang lain. Jadi, orang lain dapat membaca simbol grafis tersebut jika mengetahui bahwa itu menjadi bagian dari ekspresi bahasa.

IPHEDIA.com - Kemampuan menulis, kenyataannya bukan sesuatu yang diperoleh secara spontan alias bim salabim ala kadabra, tetapi memerlukan usaha nyata dalam menuangkan rangkaian kata, kalimat, dan paragraf. Selain itu juga mempertimbangkan cara Anda mengatur serta mengkomunikasikannya.

Kegiatan menulis, sama saja dengan meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang di mengerti orang lain. Jadi, orang lain dapat membaca simbol grafis tersebut jika mengetahui bahwa itu menjadi bagian dari ekspresi bahasa. Pemindahan pikiran atau perasaan ke dalam bentuk lambang bahasa, tujuannya tak lain untuk menyampaikan pengetahuan atau informasi tentang subjek hakikat dari menulis.

Di dalam menulis, Anda tak hanya membuat satu kalimat atau beberapa hal yang tidak berhubungan, akan tetapi upaya menghasilkan serangkaian hal yang teratur, berhubungan satu dengan lainnya dan dengan gaya tertentu. Rangkaian kalimat itu, ketika Anda terapkan bisa pendek atau mungkin pula hanya berupa dua atau tiga kalimat. Kalimat-kalimat tersebut diletakkan secara teratur, berhubungan satu dengan lain serta berbentuk kesatuan yang diterima akal.

Kegiatan menulis, kesempatan Anda untuk menyampaikan sesuatu tentang individu, mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain, bahkan dapat mempelajari sesuatu yang belum diketahui, memberikan batasan kalau menulis atau mengarang kemampuan menggunakan pola-pola bahasa dalam tampilan tertulis dan mengungkapkan pesan.

Karena itu, kegiatan Anda didalam menulis mencakup berbagai kemampuan, seperti menguasai gagasan, unsur-unsur bahasa, penggunaan ejaan, tanda baca dan gaya penulisan. Berdasarkan konsep di atas, menulis memang komunikasi tidak langsung berupa pemindahan pikiran atau perasaan dari penulis kepada pembacanya.

Dengan memanfaatkan grafologi, struktur bahasa dan kosakata serta menggunakan simbol-simbol, pembaca dapat memaknainya seperti apa yang diwakili oleh simbol tersebut. Mengkombinasikan dan menganalisis setiap unsur kebahasaan dalam sebuah karangan suatu keharusan bagi Anda. Dari sini, akan terlihat sejauh mana pengetahuan yang Anda miliki dalam menciptakan sebuah tulisan.

Di samping itu, kosakata dan kalimat yang Anda gunakan dalam kegiatan menulis harus teratur dan jelas. Teratur, berarti sesuai dengan alur penulisan. Sedangkan jelas, artinya tulisan itu dapat di pahami. Hal tersebut dimaksudkan agar apa yang Anda tulis mudah di mengerti pembaca. Jalan pikiran dan perasaan Anda sangat menentukan arah penulisan sebuah karya tulis atau karangan yang berkualitas.

Tulisan yang tidak beraturan justru membingungkan. Namun bila tulisan Anda teratur, sederhana, sesuai tema hingga mengikuti kaidah tata bahasa, pembacanya pun dapat menangkap makna dari tulisan itu. Dengan kata lain, hasil sebuah karangan yang berkualitas umumnya ditunjang keterampilan kebahasaan yang dimiliki seorang penulis. (Akhmad Sadad/IP)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top