Comercial Coca Cola Harry Potter Qu...
Comercial Coca Cola Harry Potter Quadribol 2002

Biografi John Stith Pemberton, Penemu Coco-Cola

 
Awalnya, John Stith Pemberton menemukan obat penghilang rasa sakit tanpa ada kandungan opium yang dikenal dengan "Pemberton's French Wine Coca".

Sumber Foto: Indephedia.com

IPHEDIA.com - Coca-Cola minuman ringan berkarbonasi yang banyak dijual di supermarket, toko, restoran hingga di pasar-pasar tradisional ini sudah terkenal seantero dunia.

Iya, Coca-Cola memang dikenal sebagai merek minuman ringan paling terkenal di dunia dengan penjualan terbesar sepanjang sejarah. 

Minuman ringan bersoda itu pertama kali disajikan pada tanggal 8 Mei 1889 di Jacob’s Pharmacy. Saat itu, hanya sembilan minuman yang terjual sepanjang tahun.

Coca-Cola dalam kemasan botol pertama kali dibuat pada tahun 1899 dengan menggunakan botol berbentuk Hutchinson. 

Untuk menarik minat pembelinya, seorang penyanyi opera, Hilda Clark, artis atau selebriti pertama yang menjadi bintang iklan Coca-Cola dalam berbagai media, termasuk poster, pembatas buku dan nampan. 

Biografi John Stith Pemberton, Penemu Coca-Cola

Di balik ketenarannya saat ini, kehadiran Coca-Cola punya sejarah tersendiri. Coca-Cola diciptakan oleh seorang apoteker asal Amerika Serikat bernama John Stith Pemberton. 

John Stith Pemberton lahir pada tanggal 08 Juli 1831 di Knoxville, Georgia, namun banyak menghabiskan masa kecilnya di Kota Roma, di kaki bukit Appalachia, Georgia.

Ayahnya bernama James C Pemberton dan ibunya bernama Martha L Gant. Di Kota Roma, John memilih menempuh pendidikan jurusan farmasi dan kedokteran di Reform Medical College Of Georgia.

Di Reform Medical College Of Georgia ini Pemberton dilatih oleh dokter sekaligus herbalis Samuel Thomson sebagai "steam doctor".

Steam Doctor istilah untuk perawat medis dengan herbal dan mandi uap untuk membantu pasien terbebas dari penyakit dengan keringan berlebih.

Pemberton memang anak yang cerdas. Dia mampu menyabet gelar pada usia 19 tahun dan memperoleh gelar farmasi yang lebih konvensional di Philadelphia.

Dia bertemu dengan istrinya, seorang mahasiswi Wesleyan College di Macon bernama Ann Eliza Clifford Lewis dan menikah pada tahun 1853. 

Dari pernikahannya, Pemberton dikaruniai seorang putra bernama Charles Ney Pemberton, dan mereka tinggal di Pemberton House di Columbus.

Asal Mula Coca-Cola

Awalnya, Pemberton mencoba membuka bisnis grosir dan eceran bahan baku obat-obatan farmasi yang dijual di apotek dan gerai pameran obat.

Sebenarnya bisnisnya terbukti sukses besar, hingga akhirnya dia direkrut menjadi tentara selama perang saudara di AS. Tapi, dia menderita luka yang amat menyakitkan akibat perang pada tahun 1865.

Akibat perang tersebut, banyak veteran perang yang menggunakan morfin untuk mengurangi rasa sakit akibat luka-luka yang mereka derita, termasuk Pemberton yang akhirnya kecanduan morfin.

Sebagai ahli kimia, John Stith Pemberton memutuskan untuk menemukan obat mengatasi kecanduannya. 

Awalnya, ia menemukan obat penghilang rasa sakit tanpa ada kandungan opium yang dikenal dengan "Pemberton's French Wine Coca".

Formula itu diluncurkan di Atlanta pada tahun 1885. Minuman ini berguna untuk mengatasi kecanduan morfin, sakit kepala, membantu mental dan obat penguat saraf.

Pada tahun 1886, karena adanya larangan alkohol di Atlanta, maka nama Pemberton's French Wine Coca berubah menjadi Coca-Cola.

Karena ke khawatiran produk barunya akan segera dilarang, Pemberton melakukan eksperimen baru di rumahnya di Marietta Street, Atlanta.

Dengan memanfaatkan laboratorium dirumahnya, dia menghabiskan waktunya untuk mencari formula membuat sampel sirup bebas alkohol dengan mengirim sampel ke apotek untuk diuji.

Dia menugaskan keponakannya melaporkan reaksi pelanggan saat mengkonsumsi minuman tersebut. 

Untuk melawan manisnya sirup yang berbahan dasar gula, Pemberton menambahkan asam sitrat.

Pada Mei 1886, formula terakhirnya siap dijual dalam bentuk sirup di Atlanta's Jacob Pharmacy.

Pada awalnya, untuk memasarkan sirup tersebut, dia menempatkannya didekat kasir. Sirup dicampur dengan air putih dan dijual dengan harga 5 sen.

Kemudian, ada seorang petugas farmasi membuat penyempurnaan cemerlang, dengan menggantikan air biasa dengan air soda.

Untuk memasarkan produknya,Pemberton mendirikan perusahaan dan menunjuk putranya bertanggung jawab atas produksinya. 

Melalui kerjasama dengan rekan bisnisnya, Frank Robinson, maka lahirlah produk Coca-Cola dengan logo antik yang masih digunakan hingga saat ini.

Dengan menghabiskan dana 70 Dolar AS untuk memproduksi Coca-Cola, ternyata penjualan minuman tersebut pada tahun pertamanya hanya mampu menghasilkan 50 dollar AS.

Untuk mengurangi kerugiannya, Pemberton mencoba membantu upaya pemasaran dengan membagikan kupon dan mengiklankan Coca-Cola dengan spanduk, plakat dan sebagainya.

Di toko terpampang tulisan "Drink Coca-Cola". Segera, produk itu menyebar ke seluruh kota Atlanta. Pemberton begitu yakin produknya akan segera populer secara nasional.

Sang Penemu yang Tak Menikmati Hasil

Tahun berganti, Pemberton tidak pernah memperoleh keuntungan dari penemuannya. Karena menderita sakit kanker, ia terpaksa menjual dua pertiga sahamnya kepada perusahaan investor lain.

Dari penjualan saham itu, dia menyisakan sisa sahamnya untuk putranya. Namun, karena kebutuhan uang yang mendesak akhirnya mereka harus menyerahkan seluruh saham perusahaan.

Menjelang akhir hanyatnya, Pemberton terus memperbaiki formula dari minuman Coca-Cola. Dia yakin, seledri adalah kunci dari rasa menarik dari minumannya.

Pada tanggal 16 Agustus 1888 di usia 57 tahun, Pemberton menghembuskan nafas terakhirnya dengan meninggalkan istri dan putranya dalam kondisi keuangan yang sulit.

Dengan menggunakan kereta api, jenazah Pemberton diberangkatkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Columbus. 

Mengiringi kepergiannya selamanya, semua rekannya berkumpul dan menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sang penemu Coca-Cola.

Sebagai tanda penghormatan atas kematiannya, tidak setetespun Coca-Cola dijual di Atlanta, dan semua apoteker kota menutup toko untuk menghadiri pemakamannya saat itu. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top