Pulau Indah di Brasil Ini Dibuka Untuk Turis yang Pernah Terjangkit Covid-19, Fakta Atau Hoaks? Berikut Penjelasannya

Saat itu, Fernando de Noronha salah satu dari 21 pulau vulkanik yang ditutup untuk wisatawan karena pandemi virus corona baru. Pulau itu ditutup untuk pengunjung pada 21 Maret, dan penduduk yang berada di daratan dilarang kembali dari April hingga pertengahan Juni.




IPHEDIA.com - Baia do Sancho merupakan pantai indah nan eksotis di Brazil yang karena wabah pandemi virus corona baru (Covid-19) sempat ditutup untuk para wisatawan. Namun, tempat wisata ini kemudian pada tahap awal dibuka kembali, tetapi hanya untuk mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19. Fakta atau hoaks?

Pantai Baia do Sancho berada di pulau kecil Fernando de Noronha, bagian dari taman nasional dan salah satu tempat wisata terkenal di Brasil. Taman nasional Brasil ini dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2001.

Terkenal akan pantainya yang liar dan belum berkembang, pemandangan yang menakjubkan, dan cagar laut nasionalnya yang indah, Fernando de Noronha adalah rumah bagi 3.000 lebih penduduk tetap.

Tahun 2020, Pulau Fernando de Noronha dinobatkan sebagai pantai terbaik dunia oleh Trip Advisor's Traveler's Choice Awards. Namun, karena pandemi Vocid-19, pantai ini sempat ditutup.

Saat itu, Fernando de Noronha salah satu dari 21 pulau vulkanik yang ditutup untuk wisatawan karena pandemi virus corona baru. Pulau itu ditutup untuk pengunjung pada 21 Maret, dan penduduk yang berada di daratan dilarang kembali dari April hingga pertengahan Juni.

Pada 31 Juli, pulau indah di Brasil ini dibuka kembali hanya untuk orang-orang yang memiliki rumah di sana dan peneliti lokal. Setelah sempat ditutup, pulau wisata di Brasil itu kemudian dibuka kembali bagi para turis, tetapi fase pertama yang diizinkan hanya orang-orang yang sudah terkena Covid-19.

Pada akhir Agustus 2020, pihak pengurus kepulauan, Guilherme Rocha melansir Macau Business via CNN Travel menyebut, untuk mendarat di kepulauan, wisatawan perlu menunjukkan hasil tes PCR positif minimal berumur 20 hari, atau hasil uji serologis yang menunjukkan adanya antibodi terhadap Covid-19.

Secara eksplisit, pihak pengelola tidak menjelaskan mengapa Brasil hanya menerima wisatawan yang sudah terjangkit penyakit virus corona ke pulau itu. Pengunjung akan diminta untuk menunjukkan hasil tes positif untuk virus bersama dengan pembayaran pajak konservasi lingkungan Fernando de Noronha.

Mereka yang tiba di pulau itu diberi gelang ID yang harus mereka pakai sampai petugas kesehatan masyarakat memberi mereka izin, baik setelah menyelesaikan karantina atau mendapatkan dua hasil tes negatif untuk virus tersebut. (as/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top