Gunung Fuji, Ikon dan Salah Satu Gunung Suci di Jepang

Gunung Fuji yang dikelilingi lima danau, yaitu Danau Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji ini, juga dikelilingi tiga kota, yakni Gotemba (timur), Fuji-Yoshida (utara) dan Fujinomiya (barat daya). 




IPHEDIA.com - Gunung Fuji setinggi 3.776 meter ini merupakan gunung tertinggi di Jepang, terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo atau berada di pesisir Pasifik di pusat Honshu.

Gunung Fuji yang dikelilingi lima danau, yaitu Danau Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji ini, juga dikelilingi tiga kota, yakni Gotemba (timur), Fuji-Yoshida (utara) dan Fujinomiya (barat daya).

Gunung yang berjarak 100 kilometer dari Tokyo ini terkenal sebagai salah satu dari “tiga gunung suci” di Jepang. Gunung Fuji juga telah terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2013 lalu.

Gunung Fuji simbol Jepang yang terkenal dan sering digambarkan dalam karya seni dan foto-foto, serta dikunjungi pendaki gunung maupun wisatawan.

Sebelum pandemi virus corona baru (Covid-19) merebak, ada sekitar 200 ribuan orang mendaki Gunung Fuji setiap tahunnya, yang 30 persen di antaranya orang asing atau wisatawan mancanegara.

Tenggat waktu yang paling populer bagi para pendaki untuk mendaki gunung ini antara 1 Juli hingga 27 Agustus. Pendakian bisa dilakukan melalui rute mana saja dan memakan waktu dari 3 hingga 7 jam, sementara penurunan gunung mencapai sekitar 2 hingga 5 jam.

Terdapat 4 rute pendakian di Gunung Fuji. Untuk sampai ke titik pendakian level 5, pendaki dianjurkan menggunakan bus langsung dari Tokyo. Bisa saja menggunakan kereta, tapi dari stasiun harus lanjut naik bus atau taksi, dengan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan.

Sayangnya, karena pandemi Covid-19, semua jalur mendaki di Gunung Fuji saat ini telah ditutup secara resmi sampai kondisi wabah pandemi aman. Selain jalur pendakian, berbagai fasilitas wisata di sekitar Fuji juga ditutup untuk sementara.

Tapi, sebagai objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dan penggerak perekonomian, usai penutupan pendakian tentu dibuka kembali. Jadi, saat ini wisatawan harap bersabar sampai dibukanya kembali Gunung Fuji jika mau berwisata ke sana ya. (as/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top