WhatsApp Hadirkan Dua Versi Beta Baru di Google Play

Selain menghadirkan kembali shortcut Camera, dalam pembaruannya WhatsApp juga membawa ikon-ikon baru untuk semua tombol pintas.



IPHEDIA.com - Setelah sebelumnya pada 3 Agustus 2020, WhatsApp (WA) menguji coba cara sederhana memeriksa kembali pesan-pesan di chat, hanya dalam waktu yang hampir bersamaan atau hanya berselang sehari, yakni pada 21 dan 22 Agustus 2020, WhatsApp merilis dua versi beta baru di Google Play.

Layanan perpesanan milik Facebook ini pada 21 Agustus lalu menawarkan kepada pengguna untuk mencoba WhatsApp versi 2.20.198.9 yang membawa beberapa perubahan, yaitu tombol pintas Camera yang dihadirkan kembali, dimana sebelumnya digantikan dengan Rooms.

WhatsApp versi 2.20.198.9 tersebut selain menghadirkan kembali shortcut Camera, dalam pembaruannya WhatsApp juga membawa ikon-ikon baru untuk semua tombol pintas.

Kemudian, di hari berikutnya pada 22 Agustus, WhatsApp merilis beta baru versi 2.20.198.11 yang menambahkan fitur nada dering (ringtone) baru untuk Group, menurut WaBetaInfo dalam laporannya, mengutip Antara, Minggu (23/8/2020).

Berbeda dengan kedua versi beta baru yang menghadirkan tombol pintas Camera (versi 2.20.198.9) dan fitur nada dering (versi 2.20.198.11), sebelumnya pada 3 Agustus, WhatsApp menguji coba cara sederhana untuk memeriksa kembali pesan-pesan dengan mengetuk tombol kaca pembesar di chat.

Fitur ini bekerja dengan memungkinkan pengguna mengunggah pesan melalui browser mereka tanpa WhatsApp pernah melihat pesan itu sendiri. Fitur penelusuran di web tersebut sudah diluncurkan di Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, Brasil, Italia, Irlandia dan Meksiko untuk versi terbaru WhatsApp untuk Android, iOS, dan WhatsApp Web.

Fitur Search the Web ini menyediakan cara sederhana untuk menelusuri pesan yang telah diteruskan berkali-kali dapat membantu orang menemukan hasil berita atau sumber informasi lain tentang konten yang telah mereka terima. (ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top