Sensasi Melintasi Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung (3)

Jalan tol di Lampung ini resmi dimulai pembangunannya dengan ditandai peletakan batu pertama pada 30 April 2015 dan diresmikan penggunaannya secara penuh pada Jum'at, 8 Maret 2019 oleh Presiden Joko Widodo, di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan.

IPHEDIA.com - Di Provinsi Lampung sendiri ruas Jalan Tol Trans Sumatera membentang dari Bakauheni (Kabupaten Lampung Selatan) hingga Kabupaten Mesuji, yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Di sepanjang JTTS di Lampung juga terdapat sejumlah pintu masuk dan keluar tol.

Jalan Tol Bakauheni—Terbanggibesar (Bakter) adalah jalan tol sepanjang 140,94 kilometer dan ruas tol terpanjang kedua di Indonesia. Panjangnya melampaui Tol Cikopo-Palimanan yang memiliki panjang 116,75 kilometer.

Rute Tol Bakter dimulai dari Pelabuhan Bakauheni hingga Terbanggibesar (Kabupaten Lampung Tengah), sebelum ruas tolnya menyambung ke Kayuagung (Kabupaten OKI, Sumsel). Jalan tol ini masih jaringan dari Jalan Tol Trans Sumatera.

Pelaksanaan pembangunan jalan tol Bakter ditugaskan langsung oleh pemerintah kepada PT Hutama Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sementara, pembangunan ruas tol dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, serta PT Adhi Karya melalui skema penugasan dari Kementerian BUMN.

Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung resmi dimulai pembangunannya dengan ditandai peletakan batu pertama pada 30 April 2015 dan diresmikan penggunaannya secara penuh pada Jum'at, 8 Maret 2019 oleh Presiden Joko Widodo di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan.


Peresmian penggunaan jalan tol ini dilakukan secara bertahap. Peresmian tahap pertama dilakukan pada 21 Januari 2018 untuk Seksi 1, Segmen Pelabuhan Bakauheni—Simpang Susun Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer atau bagian dari Paket 1 Bakauheni—Sidomulyo.

Selanjutnya, Seksi 5, dari Simpang Susun Lematang ke Simpang Susun Kotabaru sepanjang 5,64 kilometer atau bagian dari Paket 2 Sidomulyo-Kotabaru. Jalan tol ini diresmikan penggunaannya secara penuh pada tanggal 8 Maret 2019.

Pembangunan Jalan Tol Bakauheni—Terbanggibesar yang menggunakan skema penugasan kepada BUMN, yakni PT Hutama Karya dengan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) telah ditandatangani pada tahun 2015.

Di tahun yang sama, pemerintah juga memberikan dukungan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Hutama Karya untuk mendukung PT Hutama Karya memenuhi mandat penugasan tersebut. Struktur pendanaan ruas itu, terdiri atas 45 persen ekuitas yang dipenuhi dengan dukungan PMN serta 55 persen pinjaman.

Jalan Tol Bakauheni—Terbanggibesar bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terbagi ke dalam tiga seksi, masing-masing Seksi I Bakauheni – Sidomulyo, Seksi II Sidomulyo—Branti dan Seksi III Branti—Terbanggibesar. Ruas ini menjadi jalan akses utama dari dan ke Pelabuhan Bakauheni. Bersambung ke Sensasi Melintasi Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung (4). (Akhmad Sadad)

Baca: Sensasi Melintasi Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung (4)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top