Pantai Tanjung Setia, Objek Wisata dan Spot Surfing Kelas Dunia di Lampung

Ombak di Tanjung Setia memang terkenal di kalangan para peselancar. Bahkan, ombak di sini sering disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Levelnya sama dengan ombak-ombak yang ada di lautan Hawaii.

IPHEDIA.com - Provinsi Lampung tidak kalah dengan Bali maupun tempat lainnya di Indonesia yang juga memiliki pantai keren bagi para peselancar. Namanya Pantai Tanjung Setia, salah satu destinasi wisata yang sudah menjadi spot surfing kelas dunia.

Untuk menuju ke Pantai Tanjung Setia aksesnya bisa ditempuh dengan menggunakan jalan darat. Dengan menggunakan kendaraan umum, kamu naik saja bus Krui Putra dari Terminal Rajabasa di Bandarlampung, melewati Jalan Raya Trans Sumatera, dan berhenti langsung di Pantai Tanjung Setia.

Pantai Tanjung Setia terletak di pesisir selatan Kabupaten Pesisir Barat, tepatnya ada di Desa Tanjung Setia. Pantai ini sudah terkenal bagi para peselancar mancanegara karena ombaknya yang bergulung-gulung dan sangat cocok untuk olahraga selancar.

Ombak di Tanjung Setia memang terkenal di kalangan para peselancar. Bahkan, ombak di sini sering disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Levelnya sama dengan ombak-ombak yang ada di lautan Hawaii. Pantas saja jika pantai ini diburu oleh para peselancar dari berbagai negara, meskipun lokasinya agak tersembunyi.

Turis asing (bule) biasanya mendatangi pantai ini hanya untuk surfing saat musim liburan tiba. Mereka juga biasa menghabiskan waktu untuk berselancar pada siang hari hingga menuju ke sore, dan pulang saat sunset tiba.

Di pantai ini, walaupun kamu tidak bisa berselancar, namun menikmati keindahan pantai saat momen sunset juga istimewa. Kamu akan dimanjakan dengan pemandangan mempesona matahari tenggelam yang tidak bisa didapatkan di pantai lainnya. Semuanya hanya ada di Pantai Tanjung Setia. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top