Catatan Redaksi: Pilkada Serentak 2020; Petahana, Wajah Lama Vs Pendatang Baru

Akhmad Sadad (Pemred)
IPHEDIA.com - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau disebut juga pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di Indonesia pada 2020 digelar secara serentak untuk daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir 2021. Sistem pemilihan kepala daerah secara serentak merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan di Tanah Air.

Direncanakan, pelaksanaan pemungutan suara digelar secara serentak pada September 2020. Total daerah di Indonesia yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak sebanyak 270 daerah, dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, yang 8 kabupaten/kota di antaranya di Provinsi Lampung.

Komisi Pemilihan Umum memastikan perhetalan Pilkada serentak di 8 kabupaten/kota di provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera ini dihelat pertengahan 2020. Kedelapan kabupaten/kota itu, di antaranya Kota Bandarlampung, Lampung Tengah (Lamteng), Lampung Selatan (Lamsel), Lampung Timur (Lamtim), Pesisir Barat, Pesawaran, Pesisir Barat dan Waykanan.

Peta politik bak gayung bersambut. Saat ini, di kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada, sejumlah nama bakal calon bupati-wakil bupati maupun waki kota dan wakil wali kota mulai bermunculan meramaikan pesta demokrasi akbar ini. Mereka terdiri dari incumbent/petahana, wajah-wajah lama hingga pendatang baru.

Dari sisi peta politik, incumbent/petahana memang 'selangkah-dua langkah' lebih unggul dari wajah-wajah lama yang mencalonkan diri kembali maupun pendatang baru. Tapi, soal pilihan semua ada di masyarakat pemilih.

Siapapun calon bupati-wakil bupati maupun wali kota dan wakil wali kotanya, baik itu incumbent/petahana, wajah-wajah lama ataupun pendatang baru, yang memilih adalah rakyat. Mereka yang terpilih berarti yang terbaik pilihan masyarakat.

Terlepas dari siapa memilih siapa, dan siapa yang terpilih, tentu kita semua berharap tahapan pemilihan kepala daerah serentak nantinya di Provinsi Lampung khususnya dan Indonesia umumnya tidak menemui kendala, berlangsung jujur, adil, aman dan sukses. (as)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top