Natural History Museum, Destinasi Wisata Sejarah Alam Terbesar di Dunia

Tak hanya menyimpan banyak koleksi sejarah alam, Natural History Museum (NHM) juga salah satu pusat penelitian yang terkenal di dunia dengan spesialisasi di bidang taksonomi, identifikasi, serta konservasi.

IPHEDIA.com - Natural History Museum (NHM) salah satu destinasi wisata sejarah yang terkenal di London, Inggris, dan sebuah museum sejarah alam terbesar di dunia. Jika kamu berwisata ke Inggris, jangan lupa menyempatkan diri mengunjungi museum ini.

Di Natural History Museum terdapat banyak sekali koleksi yang dipamerkan. Ada sekitar 70 juta specimen dari 5 koleksi utama, yaitu botani (tumbuhan), entomologi (serangga), mineralogi (mineral), palaeontology (fosil hewan dan tumbuhan), dan Zoologi (hewan).

Tak hanya menyimpan banyak koleksi, tampat tersebut juga salah satu pusat penelitian yang terkenal di dunia dengan spesialisasi di bidang taksonomi, identifikasi, serta konservasi. Pokoknya, sangat lengkap di museum ini.

Natural History Museum pada awalnya bagian dari Bristish Museum, dikenal sebagai British Museum (Natural History). Namun, karena membutuhkan lebih banyak ruang sementara tempat di British Museum terbatas, museum ini diputuskan memisahkan diri pada tahun 1856.

Pembangunan Natural History Museum baru dimulai tahun 1873 dan selesai tahun 1873. Meskipun pemindahan koleksi dari museum lama ke baru selesai pada tahun 1883, Natural History Museum sudah mulai dibuka untuk umum dari tahun 1881.

Meskipun sudah terpisah secara bangunan dari British Museum sejak saat itu, pemisahan diri secara hukum menjadi museum independen baru terjadi pada tahun 1963, dan namanya berubah secara resmi menjadi Natural History Museum baru pada tahun 1992. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top