Unboxing Kaos Alipers Indonesia, Al...
Unboxing Kaos Alipers Indonesia, Alip_Ba_Ta Fans

Rempah-rempah Indonesia dan Ekspansi Portugis ke Asia

 
Dari Sungai Tajo yang bermuara ke Samudra Atlantik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Atlantik, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka.

IPHEDIA.com - 
Sejak dulu, Indonesia terkenal dengan hasil rempah-rempahnya yang dikenal dunia dan banyak pedagang maupun pelancong asing datang ke Nusantara. 

Adalah Alfonso (ditulis Afonso) de Albuquerque, tokoh dari Portugis yang membuat kawasan Nusantara waktu itu dikenal orang Eropa. 

Sejak itu, dimulainya kolonisasi berabad-abad oleh Portugis bersama bangsa Eropa lain, terutama Inggris dan Belanda.

Dari Sungai Tajo yang bermuara ke Samudra Atlantik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Atlantik, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. 

Dari sini, penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu.

Alfonso de Albuquerque, Gubernur Portugis kedua dari Estado da India, Kerajaan Portugis di Asia, merupakan arsitek utama ekspansi Portugis ke Asia. 

Dari Goa, ia memimpin langsung ekspedisi ke Malaka dan tiba di sana awal Juli 1511 membawa 15 kapal besar dan kecil serta 600 tentara.

Alfonso dan pasukannya mengalahkan Malaka pada 10 Agustus 1511. Kala itu, Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa. 

Setelah menguasai Malaka, ekspedisi Portugis yang dipimpin Antonio de Abreu mencapai Maluku, pusat rempah-rempah.

Untuk menghormati sejarah maritim Portugis, Museum Maritim atau orang Portugis menyebut Museu de Marinha itu didirikan oleh Raja Luis pada 22 Juli 1863. 

Selain patung di taman, lukisan Afonso de Albuquerque juga menjadi koleksi museum tersebut. Di bawah lukisan itu tertulis: ”Gubernur India 1509-1515". (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top