Menulislah Semenarik Mungkin, Lengkap, Berdimensi dan Berimbang

Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi perspektif yang tepat. Sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal, ke mana arahnya, seberapa jauh dampaknya serta seberapa tipikal.

IPHEDIA.com -
Tulisan yang baik memiliki dampak pada pembaca. Tulisan bisa mengingatkan pembaca, seperti pada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka, kesehatan, kemakmuran maupun kesadaran akan nilai-nilai. 


Tulisan juga memberikan informasi yang ingin dan penting diketahui pembaca serta meletakkan informasi itu dalam sebuah perspektif yang berdimensi, yakni mengisahkan apa yang telah, sedang dan akan terjadi.

Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi perspektif yang tepat. Sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal, ke mana arahnya, seberapa jauh dampaknya serta seberapa tipikal. 


Penulis yang belum terlalu piawai menyajikan konteks dalam sebuah kapsul besar secara sekaligus, tulisannya akan sulit dicerna. Sementara, penulis yang mampu menggelombangkan konteks ke seluruh tulisannya akan lebih mudah di pahami pembaca.

Orang-orang, biasanya lebih suka membaca tulisan-tulisan mengenai orang lain serta lingkungannya. Bisa jadi tulisan tersebut berbentuk fiksi maupun non fiksi, baik itu berupa cerita-cerita yang berkaitan dengan kenyataan atau khayalan mengenai seseorang, kelompok, golongan dan lingkungan hidupnya.

Jurnalisme, menyajikan gagasan dan peristiwa, trend sosial, penemuan ilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis nasional dan internasional, tragedi kemanusiaan serta lain sebagainya. Atau, dapat pula menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan atas kejadian tersebut.

Tulisan akan efektif apabila Anda dapat mengambil jarak, memposisikan diri dan membiarkan pembaca memahami bahkan bertemu, berkenalan serta mendengar sendiri gagasan, perasaan maupun informasi dari orang-orang di dalamnya. 


Sementara, tulisan aktif memiliki sebuah bentuk yang mengandung dan mengungkapkan cerita. Tulisan seperti ini umumnya berbentuk narasi.

Sebuah narasi bakal sukses jika ada keterkaitan, memiliki semua informasi yang dibutuhkan pembaca dan bila tulisan Anda diungkapkan dalam pola kronologis aksi-reaksi. 


Anda harus kreatif menyusun sebuah bentuk tulisan yang memungkinkan pembaca memiliki kesan komplit yang memuaskan serta perasaan segala yang ada didalam tulisan itu mengalir ke arah konklusi yang tak terhindarkan.

Bila Anda tidak komunikatif, kurang mampu memberi roh di tulisan, Anda akan mengalami kegagalan menghadirkan fakta-fakta yang mendukung dan gagal menekankan segala yang penting.


Kemudian, Anda juga gagal meyakinkan informasi yang ditulis serta gagal memerangi kejemuan pembaca, akan tak ada informasi spesifik yang menarik perhatian dan dibutuhkan pembaca.

Selain itu, jika Anda gagal mengorganisasikan tulisan secara baik, kurang sempurna menyusun kata-kata, termasuk kalimat maupun keseluruhan cerita.


Bila Anda kurang mampu menuangkan imajinasi, berarti Anda juga telah mengalami kegagalan dalam mempraktekkan tata bahasa secara baik; salah membubuhkan tanda baca dan menuliskan ejaan.

Gagal menulis secara berimbang, sebuah fakta yang biasanya merupakan akibat ketidakpercayaan kepada pembaca. Berarti Anda belum lengkap dalam mengungkapkan gagasan-gagasan.


Anda juga enggan untuk membiarkan fakta-fakta yang ada, mengalirkan cerita sendiri tanpa restu dari persepsi tentang arah cerita yang baik dan benar. Akibatnya, tulisan tersebut hanya sebelah pihak. Masih belum berimbang sebagaimana keinginan dari pembaca.

Tak boleh lupa, bahkan dalam abad komunikasi massa seperti sekarang kegiatan membaca tetap saja bersifat pribadi. Konteksnya, sebenarnya Anda sebagai seorang penulis di dalam tulisan bertutur kepada pembaca. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi kalau seorang penulis tengah bertutur kepada pembacanya.

Penulis yang baik tidak hanya mampu menggambarkan kandungan isi serta menghadirkan warna yang konsisten ke seluruh tulisannya, tetapi menganekaragamkan volume dan ritme untuk memberi tekanan pada makna. 


Secara ringkas, tulisan yang berbobot mengandung informasi menarik dan berjiwa. Menarik dikarenakan penting, terfokus dan berdimensi. Sedangkan berjiwa, dikarenakan berwajah dan berbentuk rupa.

Tidak hanya menulis seperti halnya artikel maupun opini, penulis buku sejarah, budaya, pariwisata, profil, riwayat hidup hingga fiksi pun, seperti halnya novel dan lain sebagainya, dituntut agar tidak melupakan rumus 5W + 1H di dalam berkarya. 


Dengan menggunakan rumus ini, Anda akan menjawab serta menjelaskan semua yang menjadi harapan pembaca tentang tulisan yang Anda buat.

Oleh sebab itu, untuk memberikan kesan yang mendalam ke pembaca, diperlukan kelengkapan dan keakuratan informasi yang Anda sajikan. Sehingga karya yang dihasilkan betul-betul memaparkan rincian dan tepat sasaran. 


Rumus sakti 5W + 1H dapat menjadi pegangan sekaligus panduan bagi Anda dalam mencapai puncak kesempurnaan menulis. (Akhmad Sadad/IP)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top