Tari Cangget Begawi Mataram Marga, ...
Tari Cangget Begawi Mataram Marga, Lampung Timur..

Asal Muasal Pohon Bulan, Tumbuhan di Bumi yang Dibawa Astronot ke Bulan

 
Sebuah upaya bersama antara NASA dan Dinas Kehutanan AS, benih tersebut diterbangkan sebagai percobaan untuk menentukan efek luar angkasa pada benih.

Astronot Apollo 14, Stuart Roosa, Alan Shepard, dan Edgar Mitchell (Sumber Foto: NASA via Wikipedia)

IPHEDIA.com - Moon Trees (Pohon Bulan) merupakan tumbuhan di bumi yang dibawa Apollo 14 Kitty Hawk dalam perjalanan astronot ke bulan pada Februari 1971.

Pohon inilah yang dibawa oleh Astronot Stuart Roosa, Alan Shepard, dan Edgar Mitchell dalam misi mereka ke bulan, sebagai simbol hidup dari manusia spektakuler dan prestasi ilmiah.

Ini adalah eksperimen ilmiah dalam program peluncuran Apollo 14, sebuah misi pesawat ruang angkasa berawak kedelapan dalam program Apollo Amerika Serikat, dan cikal bakal Pohon Bulan. 

Misi pesawat ruang angkasa berawak yang ketiga untuk mendarat di bulan ini merupakan misi terakhir dari pendaratan "misi H".

Misi tersebut ditargetkan dua hari tetap di bulan dengan dua lunar EVA, atau moonwalks.

Dalam misi itu, Komandan Alan Shepard dan Pilot Modul Bulan, Edgar Mitchell, menjelajahi wilayah Fra Mauro di tetangga angkasa bumi. 

Sementara Pilot Modul Komando, Stuart Roosa, melakukan observasi, eksperimen, dan investigasi ilmiah di orbit bulan. 

Roosa mengambil beberapa ratus biji pada misi, banyak yang berkecambah saat kembali, sehingga disebut Pohon Bulan. 

Dinamakan Pohon Bulan Roosa

''Pohon Bulan'' Roosa yang dibawa para astronot dalam perjalanan bulan mereka, telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di lanskap kembali ke bumi. 

Pilot Modul Komando, Stuart Roosa, salah satu dari astronot terbang secara pasif membawa perlengkapan perjalanan pribadinya.

Ia membawa sebuah tabung berisi sekitar 400-500 pinus loblolly, permen karet manis, kayu merah, cemara Douglas, dan biji pohon sycamore.

Siapa Roosa? 

Sebelum terbang ke bulan, Roosa (pilot modul) bertugas sebagai pelompat asap pada era tahun 1950-an. 

Ia melompat dari pesawat untuk memerangi kobaran api sebelum menjadi penerbang militer dan astronot.

Suatu ketika, Ed Cliff, kepala Dinas Kehutanan, mengemukakan konsep Pohon Bulan. Pohon di bumi yang tumbuh di bulan. 

Cliff mengetahui Roosa sejak dia bekerja sebagai pelompat asap, dan kepala Dinas Kehutanan menghubungi astronot untuk mengusulkan ide tersebut.

Stan Krugman, ahli genetika di Dinas Kehutanan, ditugaskan untuk proyek tersebut dan memilih benih yang terbang ke orbit bulan di Apollo 14.

Benih Diterbangkan ke Bulan

Sebuah upaya bersama antara NASA dan Dinas Kehutanan AS, benih tersebut diterbangkan sebagai percobaan untuk menentukan efek luar angkasa pada benih.

Para astronot Apollo 14, Shepard, Roosa, dan Mitchell, mendarat di Samudra Pasifik pada 9 Februari 1971.

Setelah kembali, benih itu berkecambah. Lingkungan percobaan dikompromikan. Sekitar 450 anakan ditanam.

Anakan Pohon Bulan diberikan kepada sekolah, universitas, taman, dan kantor pemerintah, banyak di antaranya dibagikan pada perayaan dua abad AS pada tahun 1976. 

Lokasi dipilih sebagian untuk memastikan kondisi iklim yang sesuai untuk spesies pohon tersebut. 

Saat ini, Pohon Bulan maupun Pohon Setengah Bulan tumbuh dan ditemukan di sejumlah wilayah di AS dan dunia. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top