Objek Wisata Air Terjun Curug Cangkah Kidau Waykanan

Di area air terjun ini kamu bisa update foto-foto maupun video ke media sosial, seperti Facebook, Twitter, Vlog, Instagram, YouTube, TikTok dan lainnya, atau hanya untuk sekedar koleksi dan kenang-kenangan kalau kamu pernah mengunjungi objek wisata Curug Cangkah Kidau.


Foto: Inphedia.id


IPHEDIA.com - Berwisata ke Lampung ada beberapa objek wisata air terjun yang indah yang bisa kamu kunjungi, salah satunya Curug Cangkah Kidau. Wisata alam air terjun ini terletak di Kampung Kedaton, Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan.

Curug Cangkah Kidau bisa menjadi rujukan saat kamu berwisata ke provinsi yang memiliki semboyan Sai Bumi Ruwa Jurai ini. Terlebih, Curug Cangkah Kidau merupakan tempat wisata alam yang tergolong baru untuk kunjungan wisatawan dari luar. Pesona alamnya juga masih alami dan indah.

Curug Cangkah Kidau dari pengertiannya, Curug berarti air, Cangkah adalah bercabang dan Kidau itu sendiri berati kiri. Jadi, aliran itu mempunyai makna aliran air yang mengalir dari sebelah kiri yang bernama Sungai Susukan.

Dari Kota Bandarlampung, ibukota Provinsi Lampung, untuk mencapai lokasi Curug Cangkah Kidau bisa ditempuh dengan kendaraan kurang lebih 6 jam. Karena keberadaanya yang masih alami, Curug Cangkah Kidau merupakan destinasi yang pastinya cocok bagi kamu pecinta wisata alam.

Curug Cangkah Kidau dari letak geografisnya strategis dan pemandanganya alami untuk berswafoto, mandi ataupun berenang. Sebab, airnya yang sangat jernih mengalir deras dialiran yang berbatuan.

Di area air terjun ini kamu bisa update foto-foto maupun video ke media sosial, seperti Facebook, Twitter, Vlog, Instagram, YouTube, TikTok dan lainnya, atau hanya untuk sekedar koleksi dan kenang-kenangan kalau kamu pernah mengunjungi objek wisata Curug Cangkah Kidau. Bagaimana, kamu tertarik ke sini? Selamat berwisata! (as/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top