Museum Negeri Lampung, Objek Wisata Sejarah dan Edukasi di Sai Bumi Ruwa Jurai

Museum ini dikenal dengan nama Museum Negeri Lampung “Ruwa Jurai” atau Museum Lampung. Di tempat ini banyak tersimpan benda-benda yang menjadi sejarah dan memiliki nilai yang luhur bagi masyarakat Lampung.

IPHEDIA.com - Belum lengkap rasanya bila kamu akan maupun berada di Provinsi Lampung jika belum mengunjungi tempat yang mengenalkan pada historis, nilai-nilai, dan budayanya, salah satunya mengunjungi Museum Lampung.

Wisata edukasi Museum Lampung bisa kamu jadikan untuk mengingat tempat dimana benda-benda yang menjadi simbol sejarah daerah di Provinsi Lampung disimpan.

Museum ini dikenal dengan nama Museum Negeri Lampung “Ruwa Jurai” atau Museum Lampung. Di tempat ini banyak tersimpan benda-benda yang menjadi sejarah dan memiliki nilai yang luhur bagi masyarakat Lampung.

Karenanya, tidak sedikit wisatawan hingga rombongan pelajar yang datang, baik dari Lampung atau pun dari luar Lampung untuk belajar dan mengenali sejarah dan budaya Lampung di Museum Lampung ini.

Pembangunan Museum Lampung telah dimulai tahun 1975 dan peletakan batu pertama dilaksanakan tahun 1978. Akan tetapi, peresmiannya baru dilaksanakan pada 24 September 1988 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, Prof Dr Fuad Hasan. Peresmiannya bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di PKOR Way Halim.

Ruwa Jurai yang diabadikan sebagai nama museum ini diambil dari tulisan Sai Bumi Ruwa Jurai dalam logo resmi Provinsi Lampung diresmikan penggunaannya sejak 1 April 1990. Memasuki era otonomi daerah, museum ini beralih status menjadi UPTD di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Lokasi Museum Lampung

Museum Lampung lokasinya terletak di pusat Kota Bandar Lampung, tepatnya di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam Nomor 64, Gedung Meneng, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Untuk menuju ke Museum Lampung sangat mudah dan gampang dijangkau. Sebab, lokasinya berada persis di pinggir jalan kota.

Jika kamu lewat dari terminal Rajabasa ke arah Tanjung Karang atau Teluk Betung pasti melewati. Museum Lampung ini adanya di sebelah kiri jalan dari terminal Rajabasa, sekitar 400 meter, tak jauh atau sesudah jalan masuk ke Universitas Lampung (Unila).

Kalau kamu dari Bandara Radin Inten II Branti kira-kira sekitar 20 kilometer, sedangkan dari pelabuhan penyebrangan Bakauheni sekitar 90 kilometer atau 2,5 jam waktu perjalanan dan dari Stasiun Tanjung Karang, kamu tinggal naik angkot sekali saja dari Pasar Ramayana ke arah Rajabasa.

Di Museum Lampung, kamu akan banyak melihat benda-benda bersejarah. Baru sampai depan saja pengunjung sudah disambut dengan meriam kuno. Di Museum juga terdapat sebuah replika rumah panggung yang menjadi identitas rumah adat masyarakat Lampung, dan juga terdapat Bola Besi yang sangat besar yang digunakan untuk membuka lahan transmigrasi pada tahun 1953.

Museum ini sendiri terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi benda-benda bersejarah. Sementara, di lantai kedua berisikan benda-benda kebudayaan Lampung. Jadi, bila kamu ingin mengenal sejarah dan kebudayaan di Lampung, Museum Negeri Lampung tempatnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top