Review dan Harga Honda BR-V Facelift



IPHEDIA.com - Setelah Honda Mobilio plus Civic Turbo versi minor change, PT Honda Prospect Motor (HPM) menghadirkan Honda BR-V Facelift. 

Salah satu ubahan pada BR-V terkini penyematan jok berlapis kulit. Bahkan, kendaraan yang berbagi platform dengan Honda Mobilio serta Honda Brio itu diklaim LSUV Jepang pertama di Indonesia yang sudah semewah ini.

Honda BR-V dibekali mesin 1.5 liter SOHC i-VTEC bertenaga 120 PS / 6.600 RPM dan memiliki torsi puncak 145 Nm / 4.600 RPM. Kapasitas mesinnya sama dengan rivalnya, Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Honda BR-V tipe Prestige dilengkapi dengan LED Light guide (lampu senja berteknologi LED) pada lampu depannya. Lalu banyak aero-kit di sekeliling bodi. Di bagian interior, mobil ini pakai tombol audio di lingkar kemudi.

Untuk head unit audionya berupa layar sentuh dan ada juga fitur AC digital dengan double blower. Sedangkan, fitur keselamatannya sudah didukung rem Anti-lock Brake System (ABS) dengan Electronic Brake-force Distribution (EBD) dan dual SRS Airbags.

BR-V Facelift, terdiri dari empat tipe, yakni S MT, E MT, E CVT, hingga Prestige CVT sebagai tipe tertinggi. Adapun harga on-the-road Jakartanya dimulai dari Rp238 juta sampai dengan Rp279,5 juta on the road Jakarta.

Seperti diketahui, hampir semua model LSUV adalah merek Jepang. Di samping BR-V, ada antara lain Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Hanya satu yang bukan, yakni Dongfeng Sokon (DFSK) Glory 560. LSUV asal China berbanderol on the road Jakarta mulai Rp189 juta - Rp239 juta ini sudah menggunakan jok kulit di semua tipenya.

BR-V Facelift sendiri lebih banyak bersolek di sisi eksterior dan interior. Mulai dari tipe E, tambahan fitur Smart Key System dan One Push Ignition System. Tipe Prestige punya keistimewaan lebih, berupa fitur 8 Inchi Capacitive Touchscreen Display Audio with Bluetooth, Hands-Free Telephone and Smartphone Connection, New Auto AC. (as/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top