Mobil Van Marcedes-Benz Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3



IPHEDIA.com - Mobil Van Marcedes-Benz Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3 produk Marcedes-Benz pabrikan mobil asal Jerman. Mercedes menggadang-gadang seri Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3 ini sebagai pemimpin pasar mobil van kelas menengah atas.

Kedua seri mobil yang diklaim sebagai mobil van paling jangkung se-Indonesia ini merupakan unit Completely Built Up (CBU) yang datangkan langsung dari kota Dusseldorf, Jerman.

Dengan tinggi ruangan penumpang mencapai 1,9 meter, lebar 1,9 meter, dan panjang 5,9-6,9 meter, kedua seri mobil van itu memberikan ruang yang luas dengan kapasitas penumpang maksimal 12 orang.

Selain untuk pasar fleet market seperti travel, kendaraan medis, dan kendaraan pemerintahan, Mercedes-Benz juga mengincar pasar privat use di kota-kota besar Indonesia dengan produk khusus yang mengganti desain interior. Pembeli juga bisa mengubah bagian kabin penumpang mobil seri Sprinter A2 dan A3 ini sesuai dengan selera.

Kedua seri mobil van ini dibanderol seharga Rp816 juta hingga Rp860 juta per unit mobil tanpa interior bagian belakang atau tanpa kabin belakang mobil. Sementara, untuk customize bagian interior kabin belakang, harganya disesuaikan fasilitas apa saja yang akan dipasang.

Untuk layanan pemesanan khusus interior kabin belakang mobil seri Sprinter A2 dan A3 itu, Marcedes-Benz mempercayakannya pada perusahaan rekanan mereka, BAV Auto Design dan Baze Luxury Bus.

Marcedes-Benz juga menjamin keamanan dan kenyamanan produk mereka dengan fitur teknologi "Electronic Stability Program" yang mengatur keamanan dan kestabilan kedua seri mobil Van tersebut melalui sistem komputerisasi.

Sistem keamanan dan kenyamanan kedua seri mobil itu juga disokong oleh fitur Crosswind Assist yang menahan tekanan angin dari samping sehingga mobil stabil saat melaju di lokasi-lokasi tertentu yang berangin kencang. (as/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top