Protes Oposisi Chad, Satu Polisi Tewas dan Puluhan Warga Sipil Terluka

Koalisi masyarakat sipil Wakit Tamma telah meminta para pendukungnya turun ke jalan untuk mengecam Dewan Militer Transisi (CMT), yang merebut kekuasaan pada April setelah Presiden Idriss Deby tewas.

Ilustrasi

N'DJAMENA, IPHEDIA.com - Seorang polisi tewas dan sekitar sepuluh orang terluka di ibu kota Chad, N'djamena pada Sabtu waktu setempat setelah polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan protes terhadap junta yang berkuasa yang menyimpang dari rute yang disetujui, kata juru bicara polisi.

Koalisi masyarakat sipil Wakit Tamma telah meminta para pendukungnya turun ke jalan untuk mengecam Dewan Militer Transisi (CMT), yang merebut kekuasaan pada April setelah Presiden Idriss Deby tewas saat mengunjungi pasukan yang memerangi pemberontakan di utara.

"Terjadi bentrokan yang mengakibatkan sekitar 10 luka ringan dan kematian seorang petugas polisi setelah jatuh," kata juru bicara polisi Paul Manga.

Wakit Tamma menuduh polisi menggunakan kekuatan berlebihan dan mengatakan sekitar 20 orang terluka, termasuk beberapa dengan peluru tajam.

"Kebrutalan oleh petugas penegak hukum ini semakin tidak dapat diterima karena pawai itu damai dan terlebih lagi diizinkan," katanya dalam sebuah pernyataan melansir Reuters.

Diperkirakan sekitar 1.200 orang menghadiri protes, sedangkan polisi mengatakan ada sekitar 100 orang.

Kematian Deby menyebabkan kekacauan di Chad, sekutu kunci kekuatan Barat dalam perang melawan Islamis di Afrika.

Putranya, Mahamat Idriss Deby, membubarkan parlemen setelah kematiannya dan mengambil alih sebagai kepala dewan militer. Dia telah berjanji untuk mengadakan pemilihan demokratis dalam waktu 18 bulan.

Politisi oposisi mengecam langkah itu sebagai kudeta. Pasukan keamanan telah berulang kali bentrok dengan pengunjuk rasa yang menyerukan kembalinya pemerintahan sipil. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top