Kesal Tak Diberi Uang Rokok, Cucu di Palembang Bunuh Nenek Kandung

Penganiayaan dengan aksi penikaman oleh cucu terhadap nenek kandungnya tersebut terjadi pada Minggu, 3 Oktober 2021 di rumah mereka, Lorong Keluarga Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang.

Ilustrasi

PALEMBANG, IPHEDIA.com - Kesal karena tidak diberi uang untuk membeli rokok, Ahmad Hairul Anwar alias Erol (19) seorang pemuda di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, tega menikam nenek kandungnya sendiri.

Meski sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa korban nenek Manisa (60) yang mengalami tujuh luka tusuk di sejumlah tubuhnya ini tak tertolong.

Kapolsek Seberang Ulu (SU) II, AKP Handryanto mengatakan, setelah mendapat laporan warga, pelaku langsung diamankan anggota Reskrim Polsek SU II tak lama dari kejadian. 

"Motifnya kesal karena tak di kasih uang sama neneknya," kata AKP Handryanto, dalam keterangannya, Senin.

Penganiayaan dengan aksi penikaman oleh cucu terhadap nenek kandungnya tersebut terjadi pada Minggu, 3 Oktober 2021 di rumah mereka, Lorong Keluarga Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang.

Peristiwa penikaman yang menyebabkan korban meninggal ini berawal saat pelaku Erol yang meminta uang Rp 5 ribu kepada neneknya untuk beli rokok.

Merasa tidak senang tak diberi uang oleh Manisa neneknya, pelaku naik pitam hingga menganiaya korban dengan sebilah pisau. 

Saat bersamaan, korban menjerit meminta pertolongan warga sekitar. Namun naas, Latif (64) tetangganya yang berusaha merelai keduanya juga ditikam pelaku dengan delapan luka tusukan.

Kejadian ini kemudian dilaporkan warga ke polisi dan pelaku ditangkap. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa pisau yang dipakai pelaku menikam dan menghabisi nyawa neneknya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top