Tekab 308 Polres Lamteng Tangkap Pencabul Anak Bawah Umur Penderita Keterbelakangan Mental

"Hanya bermodalkan uang pecahan Rp5 ribu, buruh serabutan itu menggagahi yatim piatu yang menderita keterbelakangan mental," kata Kapolres Lamteng, AKBP Oni Prasetya, S.IK., didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas, SH, MH.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Team Tekab 308 Polres Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menangkap FAS alias Agus (28) pelaku pencabulan anak yatim piatu di bawah umur yang menderita keterbelakangan mental (disabilitas).

Mirisnya, korban --sebut saja namanya Bunga (13) sudah dicabuli pelaku yang tinggal di Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) ini, sebanyak empat kali.

"Hanya bermodalkan uang pecahan Rp5 ribu, buruh serabutan itu menggagahi yatim piatu yang menderita keterbelakangan mental," kata Kapolres Lamteng, AKBP Oni Prasetya, S.IK., didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas, SH, MH., saat konferensi pers di Mapolres setempat, Rabu.

Edy Qorinas menyampaikan, pelaku ditangkap Team Tekab 308 bersama anggota PPA pada Selasa, 28 September 2021 sekira jam 23.00 WIB di rumah kontrakannya di Kelurahan Bandarjaya Barat.

Pelaku FAS yang beralamat aslinya di Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah ini, ikut mengontrak bersama ibunya.

Antara korban dengan pelaku tinggalnya bertetangga atau bersebelahan rumah. Dari korban yang keterbelakangan mental, pelaku memanfaatkan dan melapiaskan nafsu bejatnya. 

Salah satunya, mencabuli korban saat main ke rumah kontrakan pelaku untuk mencari ibu pelaku yang dipanggilnya 'Mama' oleh korban.

Setelah pelaku mencabuli Bunga, selanjutnya korban diberi uang agar tidak memberitahu kepada siapa siapapun. "Perlakuan bejat yang dilakukan pelaku terhadap korban dilakukan sebanyak empat kali dari bulan Mei 2021," terang Edy Qorinas.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda 5 miliar. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top