Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis Penuh Luka Tusukan di Terbanggibesar

"Kurang dari 15 jam pelaku berhasil kita amankan,” kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Oni Prasetya, S.IK., didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Yustam Dwi Heno, saat konferensi pers di Mapolres setempat.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Tim gabungan Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Tengah, Polsek Terbanggibesar dan Jatanras Polda Lampung membekuk pelaku pembunuhan sadis dengan 34 tusukan senjata tajam (Sajam) di Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

"Kurang dari 15 jam pelaku berhasil kita amankan,” kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Oni Prasetya, S.IK., didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Yustam Dwi Heno, saat konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis.

Pembunuhan korban Abdulah Jauhari alias Sawi (75) dengan penuh luka tusukan ini dilakukan oleh H (55) warga Terbanggibesar. Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan posisi terlentang di pinggir Jalinteng Sumatera Kali Busuk Kampung Terbanggibesar, Lampung Tengah.

Korban pembunuhan pertama kali ditemukan warga saat melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kali Busuk Kampung Terbanggibesar, Rabu, 29 September 2021 sekira pukul 05.30 WIB. Kemudian, saksi melaporkan kejadian tersebut ke Pos Lalu Lintas Simpang Terbanggibesar.

Setelah dilakukan olah TKP, pengumpulan barang bukti dan penyelidikan, tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Tengah di bantu Jatanras Polda Lampung kurang dari 1 x 24 jam pelaku berhasil ditangkap.

Selain membekuk pelaku H, polisi juga mengamankan barang bukti 1 bilah senjata tajam jenis badik bergagang kayu warna coklat, 1 tas warna hitam, pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan kejahatan dan 1 unit sepeda motor merk Honda Beat Street warna hitam Nopol BE 2103 IS. 

‘’Untuk motif pelaku H membunuh korban masih dilakukan pendalaman penyidikan,’’ jelas Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dan atau 340 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara dan atau hukuman seumur hidup atau mati. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top