Penyelundup 8 Kg Sisik Trenggiling di Jambi Ditangkap Tim Gabungan

"Kedua pelaku ditangkap di SPBU di Jalan Lintas Timur, Desa Rengas Bandung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu, 29 September 2021 pukul 13.00 WIB," kata Kepala BKSDA Provinsi Jambi, Rahmat Saleh.



JAMBI, IPHEDIA.com - Tim Gabungan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera (BPPHLHKS), BKSDA dan Polda Jambi, menggagalkan upaya penyelundupan 8 kg sisik Trenggiling  (Manis Javanica).

Dalam penangkapan sisik satwa yang dilindungi ini, petugas meringkus dua pelaku, masing-masing Redho Ardiansah inisial RA (21) warga Jambi dan Wahyu Arianto inisial WA (26) warga Sumatera Selatan.

"Kedua pelaku ditangkap di SPBU di Jalan Lintas Timur, Desa Rengas Bandung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (29/9/2021) pukul 13.00 WIB," kata Kepala BKSDA Provinsi Jambi, Rahmat Saleh, dalam keterangannya, Kamis.

Saat ditangkap, sisik trenggiling ini dikemas oleh pelaku di dalam kardus berbentuk kotak. Selain mengamankan barang bukti sisik trenggiling, petugas juga amankan satu unit sepeda motor dan handphone milik pelaku.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto, membenarkan penangkapan ini. "Kedua pelaku telah diamankan di Rutan Mapolda Jambi guna pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diduga telah melakukan tindak pidana memperniagakan menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat di dalam atau di luar Indonesia.

Keduanya dikenakan Pasal 21 ayat (2) huruf d dengan ketentuan pidana Pasal 40 ayat (2), Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top