Hadiri Pengukuhan Pokja Bunda Paud, Bupati Tanjabbar: Tingkatkan Pendidikan Sejak Usia Dini

Bupati Tanjabbar menyebutkan pembentukan Pokja Bunda Paud bertujuan untuk membantu anak dan melatih anak dalam konteks pendidikan anak usia dini.



TANJAB BARAT, IPHEDIA.com - Bupati Tanjungjabung Barat, Drs H Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri pengukuhan Pokja Bunda Paud Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Kamis. 

Turut hadir pada pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Bunda Paud Tanjungjabung Barat, Hj Fadhilah Sadat tersebut, antara lain Ketua GOW Uni Yati Hairan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Martunis M Yusuf dan beberapa OPD terkait. 

Selain itu, pengukuhan ini dihadiri juga Bunda Paud kecamatan dan pengurus Pokja Bunda Paud Kabupaten Tanjungjabung Barat. 

Acara diawali dengan pembacaan SK dilanjutkan dengan pembacaan naskah dan penandatanganan naskah pengukuhan serta pemasangan PIN oleh Bunda Paud Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Bupati Anwar Sadat dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang mulia dan berharga demi meningkatkan pendidikan sejak usia dini.

“Bapak ibu yang akan dinobatkan sebagai Pokja Bunda Paud, saya kira itu tugas mulia dan  berbahagialah bagi mereka yang dinobatkan sebagai Pokja Paud karena ada garansi yang diberikan oleh Tuhan," kata bupati. 

"Nabi Muhammad SAW mengatakan, Allah mengalirkan rahmat kepada orang tua untuk mendidik anak supaya memiliki akhlak, kepribadian dan sikap agar bisa mengabdi kepada orang tua, bangsa dan negara. Itulah jaminan bagi kita karena sesungguhnya rahmat Allah itu sangat banyak dan tidak terbatas,” tambahnya.

Bupati Tanjabbar menyebutkan pembentukan Pokja Bunda Paud bertujuan untuk membantu anak dan melatih anak dalam konteks pendidikan anak usia dini. (Vid/*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top