Taliban Rebut Kota Penting di Dekat Kabul, Ini Tanggapan Presiden Afghanistan

"Sebagai Presiden Anda, fokus saya adalah mencegah ketidakstabilan lebih lanjut, kekerasan, dan pemindahan orang-orang saya," kata Ghani dalam pidato singkat yang disiarkan televisi ketika Amerika Serikat dan negara-negara lain bergegas mengerahkan pasukan untuk membantu mengevakuasi kedutaan mereka.

Foto: Reuters

KABUL, IPHEDIA.com - Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengatakan dia sedang dalam pembicaraan mendesak dengan para pemimpin lokal dan mitra internasional ketika pemberontak Taliban berada lebih dekat ke Kabul, merebut kota kunci di selatan ibu kota yang merupakan salah satu pintu gerbang ke kota itu.

"Sebagai Presiden Anda, fokus saya adalah mencegah ketidakstabilan lebih lanjut, kekerasan, dan pemindahan orang-orang saya," kata Ghani dalam pidato singkat yang disiarkan televisi ketika Amerika Serikat dan negara-negara lain bergegas mengerahkan pasukan untuk membantu mengevakuasi kedutaan mereka.

Ghani tidak memberikan tanda-tanda menanggapi permintaan Taliban agar dia mengundurkan diri untuk setiap pembicaraan tentang gencatan senjata dan penyelesaian politik. "Integrasi kembali pasukan keamanan dan pertahanan adalah prioritas kami, dan langkah-langkah serius sedang diambil dalam hal ini," tambahnya.

Dia berbicara setelah gerilyawan merebut Pul-e-Alam, ibu kota provinsi Logar yang berjarak 70 km (40 mil) selatan Kabul, menurut seorang anggota dewan provinsi setempat. Taliban tidak menghadapi banyak perlawanan, kata anggota dewan provinsi itu kepada Reuters dengan syarat anonim.

Perebutan kota itu, pos pementasan utama untuk serangan potensial di Kabul, terjadi sehari setelah pemberontak merebut kota-kota terbesar kedua dan ketiga di negara tersebut. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top