Taliban Cegah Pengungsi Capai Bandara Kabul, AS Berjanji Selesaikan Pengangkutan Udara

Seorang pejabat Taliban mengatakan komandan dan tentara telah menembak ke udara untuk membubarkan kerumunan di luar bandara Kabul, tetapi tidak bermaksud melukai siapa pun. "Kami tidak berniat melukai siapa pun," katanya.

Foto: Reuters

KABUL, IPHEDIA.com - Anggota bersenjata Taliban mencegah orang-orang mencapai bandara Kabul untuk melarikan diri dari Afghanistan pada Rabu waktu setempat. Sementara Presiden Joe Biden berjanji untuk mempertahankan pasukan AS di negara itu sampai semua orang Amerika dievakuasi.

Sejak Taliban memasuki Kabul selama akhir pekan, adegan kekacauan telah terjadi ketika ribuan orang berusaha untuk pergi, takut akan kembalinya interpretasi keras hukum Islam yang diberlakukan selama pemerintahan Taliban sebelumnya yang berakhir 20 tahun lalu.

"Semua orang ingin keluar," kata seorang anggota keluarga Afghanistan setelah tiba di Jerman. "Setiap hari lebih buruk dari hari sebelumnya. Kami menyelamatkan diri kami sendiri tetapi kami tidak bisa menyelamatkan keluarga kami," tambahnya.

Saksi mata mengatakan anggota Taliban mencegah orang masuk ke kompleks bandara, termasuk mereka yang memiliki dokumen yang diperlukan untuk bepergian.

"Ini benar-benar bencana. Taliban menembak ke udara, mendorong orang, memukuli mereka dengan AK47," kata salah satu orang yang mencoba menerobos.

Seorang pejabat Taliban mengatakan komandan dan tentara telah menembak ke udara untuk membubarkan kerumunan di luar bandara Kabul, tetapi tidak bermaksud melukai siapa pun. "Kami tidak berniat melukai siapa pun," katanya kepada Reuters dilansir Kamis.

Ketika pengangkutan udara warga negara Barat dan warga Afghanistan yang bekerja untuk pemerintah asing berusaha ditingkatkan, Biden mengatakan pasukan AS akan tetap ada sampai evakuasi warga Amerika selesai, bahkan jika itu berarti harus melewati batas waktu AS 31 Agustus untuk penarikan penuh.

Para pejabat AS telah mengatakan kepada Taliban untuk memberikan izin semua warga negara yang ada di sana untuk bepergian.

"Kami mengharapkan mereka untuk mengizinkan semua warga negara Amerika, semua warga negara ketiga, dan semua warga Afghanistan yang ingin pergi dapat melakukannya dengan aman dan tanpa gangguan," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, kepada wartawan di Washington. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top