Pengelolaan dan Pengembangan SPAM Labuhan Batin Disoal KKM dan Warga

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut terindikasi tidak sesuai dengan petunjuk teknis. "Pipanisasi diduga telah dikondisikan oleh oknum Tim Fasilitator Lapangan (TFL), Topan, terhadap penerima DAK melalui KKM Desa Labuhan Batin," kata Ketua KKM Desa Desa Labuhan Batin, Pujadi.



MESUJI, IPHEDIA.com - Kegiatan pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di daerah dan peningkatan SPAM jaringan perpipaan di kawasan pedesaan di Desa Labuhan Batin, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dikeluhkan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) setempat.

Pasalnya, kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai Rp300 juta untuk pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah (pipanisasi) itu diduga terkesan menabrak aturan.

Dalam petunjuk teknis, pelaksanaan pengadaan pipanisasi seharusnya ditawarkan terlebih dahulu ke 3 suplayer untuk dijadikan pembanding mencari harga terendah sesuai dengan Standar Satuan Harga (SSH) tahun anggaran 2021. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut terindikasi tidak sesuai dengan petunjuk teknis. "Pipanisasi diduga telah dikondisikan oleh oknum Tim Fasilitator Lapangan (TFL), Topan, terhadap penerima DAK melalui KKM Desa Labuhan Batin," kata Ketua KKM Desa Desa Labuhan Batin, Pujadi, Rabu.

Ia mengatakan, nota atau kwitansi belanja perpipaan dan water meter belum pernah dia terima dari supplier, sementara pemasangan sudah hampir selesai. Sedangkan, perpipaan sudah dikondisikan atas arahan Topan ke suplayer dengan CV Al-Fatih.

Di tempat terpisah, Wakit, warga Labuhan Batin RT 02 RK 01 sangat menyayangkan dan mengeluhkan pekerjaan galian tanah dan pemasangan pipa yang dilakukan oleh KKM, yang menurutnya diduga asal-asalan. 

"Kalau pipa itu bocor, positif airnya hanya mengalir disitu saja, tidak bisa mengalir ke sana-sana karena paralonnya keliatan semua itu," ujarnya.

Wakit berharap kepada KKM dan juga pekerja untuk lebih teliti dan mendalamkan galian pipa. "Seharusnya galian itu di dalamkan. Misalnya, kalau saat membersihkan rumput tidak terkena pipa dan tak bocor," harapnya. (Muslim/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top