Oknum Kadus di Tulangbawang Pencabul Keponakan Sendiri Bertahun-tahun Ditangkap Polisi

Menurut pengakuan korban, aksi cabul terhadap dirinya pertama kali terjadi pada sekitar Juni 2015 pukul 01.00 WIB, di dalam kamar korban yang berada di rumah pelaku karena korban tinggal di rumah pelaku selama ia bersekolah.



TULANGBAWANG, IPHEDIA.com - Perbuatan bejat seorang paman yang satu ini tak patut ditiru. Inisial AY (50), oknum kepala dusun (Kadus), warga Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, ditangkap polisi karena selama bertahun-tahun mencabuli keponakannya sendiri.

"Pelaku mencabuli keponakannya yang masih di bawah umur berlangsung selama enam tahun," kata Kapolsek Dente Teladas, Iptu Eman Supriatna, mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Hujra Soumena, Rabu. 

Menurut pengakuan korban, aksi cabul terhadap dirinya pertama kali terjadi pada sekitar Juni 2015 pukul 01.00 WIB, di dalam kamar korban yang berada di rumah pelaku karena korban tinggal di rumah pelaku selama ia bersekolah. Pelaku masuk ke kamar korban dan mengancam akan membunuhnya kalau sampai korban menolak ajakan pelaku.

Tak hanya sekali, perbuatan bejat pelaku terhadap korban terus menerus terjadi hingga 2021, hingga korban lulus sekolah. Setiap kali pelaku usai beraksi, korban selalu diancam akan dibunuh kalau sampai bercerita kepada orang lain. 

Aksi cabul oknum kadus itu terkuak setelah keluarga korban melaporkan peristiwa yang dialami korban ke Mapolsek Denteteladas, Selasa. Usai menerima laporan dari keluarga korban, polisi hari itu juga langsung bergerak cepat dan menangkap  pelaku yang saat itu sedang berada di rumahnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat 3 Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, diancam dengan pidana penjara penjara paling lama 20 tahun. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top