Lebih dari 60 Negara Keluarkan Pernyataan Bersama Minta Akses Dibuka Pasca Taliban Kuasai Afghanistan

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan di Twitter, Amerika Serikat bergabung dengan komunitas internasional menegaskan bahwa warga Afghanistan dan warga internasional yang ingin pergi harus diizinkan untuk melakukannya.

Foto: AP

WASHINGTON, IPHEDIA.com - Lebih dari 60 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan warga Afghanistan dan warga internasional yang ingin meninggalkan Afghanistan harus diizinkan pergi, dan akses bandara maupun penyeberangan perbatasan harus tetap dibuka, kata Departemen Luar Negeri AS, Minggu malam waktu setempat.

Pemerintah AS dan negara-negara termasuk Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Republik Korea, Qatar dan Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka yang memegang kekuasaan dan otoritas di seluruh Afghanistan memikul tanggung jawab dan akuntabilitas untuk perlindungan kehidupan dan harta benda manusia, dan untuk pemulihan segera keamanan dan ketertiban sipil.

Ia menambahkan bahwa rakyat Afghanistan layak untuk hidup dengan aman dan bermartabat. "Kami di komunitas internasional siap membantu mereka," kata pernyataan itu.

Taliban menyatakan perang di Afghanistan telah berakhir setelah gerilyawan menguasai istana presiden di Kabul ketika pasukan pimpinan AS pergi dan negara-negara Barat bergegas pada Senin untuk mengevakuasi ribuan warganya.

Pentagon mengizinkan 1.000 tentara lainnya untuk membantu mengevakuasi warga AS dan warga Afghanistan yang bekerja untuk mereka dari Kabul ketika pemerintah AS mengatakan akan mengambil alih kendali lalu lintas udara untuk memfasilitasi keberangkatan ribuan orang Amerika.

Sebuah pernyataan bersama dari Departemen Luar Negeri dan Pentagon setelah Taliban memasuki ibu kota Afghanistan menegaskan bahwa Amerika Serikat selama 48 jam ke depan telah memperluas keamanan. 

"Kami menjadi hampir 6.000 tentara, dengan misi yang hanya berfokus pada memfasilitasi upaya ini dan akan mengambil alih kontrol lalu lintas udara," ujar pernyataan tersebut melansir Reuters, Senin.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan di Twitter, Amerika Serikat bergabung dengan komunitas internasional menegaskan bahwa warga Afghanistan dan warga internasional yang ingin pergi harus diizinkan untuk melakukannya. Jalan, bandara, dan penyeberangan perbatasan harus tetap terbuka, dan ketenangan harus dijaga.

Negara lain yang menandatangani pernyataan bersama antara lain Chili, Kolombia, Kosta Rika, Republik Ceko, Denmark, Republik Dominika, El Salvador, Estonia, Finlandia, Yunani, Belanda, Selandia Baru, Spanyol, Swedia, Ukraina dan Yaman serta perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri dan kebijakan keamanan, kata Departemen Luar Negeri. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top