Kapolda Lampung: Tidak Ada Setoran Anggota ke Atasan, Haram Hukumnya

"Tidak ada setoran (ke atasan), haram hukumnya. Jangan kirim apapun. Tolong diperhatikan apa yang saya sampaikan ini," kata Kapolda Lampung saat melantik delapan Kapolres/Kapolresta dan Dirkrimsus Polda Lampung yang baru.



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno, meminta para pejabat di kepolisian untuk tidak menyimpangkan jabatan, termasuk menerima gratifikasi.

"Tidak ada setoran (ke atasan), haram hukumnya. Jangan kirim apapun. Tolong diperhatikan apa yang saya sampaikan ini," kata Kapolda Lampung saat melantik delapan Kapolres/Kapolresta dan Dirkrimsus Polda Lampung yang baru, Selasa.

Irjen Pol Hendro Sugiatno justru minta para pejabat di kepolisian untuk bisa mendidik anggotanya dengan baik dan harus berani menindak tegas pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Ke depan, Kapolda Lampung tidak ingin mendengar lagi ada kapolres yang yang tidak bisa mengendalikan situasi kamtibmas di wilayahnya dalam memberantas begal, curanmor, premanisme, dan penyalahgunaan narkotika.

Kepada anggota yang terlibat narkoba, ia mengingatkan akan diproses hukum, baik internal maupun pidana umum. "Apabila ada polisi (oknum) yang memakai narkoba, diproses hukum pidana maupun di internal," tegasnya.

Untuk pelayanan publik, Kapolda Lampung berharap jajarannya harus memiliki kemampuan dan berinovasi. Ia juga mengharapkan kepada jajaran yang ada untuk dapat meningkatkan pelayanan publik lewat aplikasi digital.

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah melek teknologi, sehingga jika ada jajaran kepolisian bekerja tidak sesuai prosedur maka bisa langsung melapor ke Mabes Polri. Maka dari itu, kapolres harus bisa kendalikan dan ambil tindakan kepada jajarannya.

"Mau tidak mau masyarakat tahu laporan ke Mabes Polri. Sekarang mudah orang laporan tidak sesuai prosedur, masyarakat tidak suka sampai laporan ke pimpinan," imbuhnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top