Curi Uang Dalam Kotak Amal Masjid, Satu Pelaku Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polsek Seputihbanyak

"Satu pelaku OE alias Oki (21) warga Desa Pasar Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, berhasil ditangkap warga, Senin, 9 Agustus 2021, sekira jam 00.30 WIB," kata Kapolsek Seputihbanyak, Iptu Tarmuji, SH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Oni Prasetya, S.IK.



SEPUTIHBANYAK, IPHEDIA. com - Satu dari dua pelaku pencuri uang di kotak amal Masjid Al Muslimun di Kampung Siswobangun, Kecamatan Seputihbanyak, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, ditangkap warga dan diserahkan ke Polsek Seputihbanyak.

"Satu pelaku OE alias Oki (21) warga Desa Pasar Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, berhasil ditangkap warga, Senin, 9 Agustus 2021, sekira jam 00.30 WIB," kata Kapolsek Seputihbanyak, Iptu Tarmuji, SH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Oni Prasetya, S.IK., Selasa.

Dikatakan Tarmuji, awalnya dua pelaku datang ke Masjid Al Muslimun di Kampung Siswobangun dengan  mengendarai sepeda motor merk Yamaha Type B3B A/T warna putih tidak dilengkapi Nopol masuk halaman masjid menuju kamar mandi.

Kemudian, kedua pelaku membuka kotak amal yang terbuat dari kaca yang tidak terkunci dan hanya diikat kawat di masjid tersebut. Dari dalam kotak amal itu pelaku menggasak uang Rp64 ribu. 

Usai menguras uang di dalam kotak amal, kedua pelaku bermaksud akan meninggalkan halaman masjid, namun aksi mereka ada warga yang mengetahui, sehingga satu pelaku langsung ditangkap. Sedangkan, satu pelaku lainnya melarikan diri. 

Atas kejadian ini, warga kemudian melaporkannya ke Polsek Seputihbanyak. Dari pelaku yang tertangkap, polisi mengamankan barang bukti, berupa uang tunai sebesar Rp 64 ribu dan satu kotak amal masjid yang terbuat dari kaca. 

Selain itu, barang bukti lainnya yang disita, yakni 1 unit sepeda motor Merk Yamaha Type B3B A/T, No Pol BE 4818 FI warna putih dan 1 buah jaket switer warna hitam. "Pelaku berikut barang bukti di bawa ke Polsek Seputihbanyak," jelas Tarmuji.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan pelaku yang lain masih dalam pengejaran petugas. (Bi2t/Ip) 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top