Bupati-Wabup Tanjabbar Resmikan Cafe Alas Desa Delima dan Tinjau Bazar Inovasi TP-PKK

Kepala Desa Delima, Suhono meyampaikan, bahwa potensi ekonomi yang diwadahi bumdes, di antaranya produksi pupuk kompos sebesar 3.000 ton per tahun dan produksi mesin cover (pencincang pelepah sawit) sebagai bahan baku kompos.



TANJABBAR, IPHEDIA.com - Bupati dan Wakil Bupati Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Delima, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjabbar, Provinsi Jambi, Kamis.

Kunjungan yang juga dihadiri Ketua TP PKK Hj Fadhilah Sadat tersebut, selain dalam rangka peresmian Cafe Alas Desa Delima, juga sekaligus meninjau Bazar Inovasi TP PKK Kecamatan Tebing Tinggi dan unit usaha kompos Bumdes Karya Bersama.

Dalam laporannya, Kepala Desa Delima, Suhono meyampaikan, bahwa potensi ekonomi yang diwadahi bumdes, di antaranya produksi pupuk kompos sebesar 3.000 ton per tahun dan produksi mesin cover (pencincang pelepah sawit) sebagai bahan baku kompos.

Kemudian, potensi pertanian terpadu termasuk pengolahan kotoran sapi sebagai bahan baku kompos, pengelolaan bumdesmart untuk memenuhi kebutuhan sembako masyarakat, sekaligus tempat pemasaran produk UMKM Desa Delima dan juga desa sekitar. 

"Potensi spot wisata  ekologi Cafe Alas yang sebelum terjadinya pandemi memiliki omzet Rp25-30 juta per bulan," papar Kades Delima.

Bupati Anwar Sadat merasa terkesan dengan laporan potensi ekonomi Desa Delima yang menurutnya telah secara tepat mampu menjawab tantangan di era 4.0 dengan melakukan sinergitas potensi-potensi ekonomi kreatif sejalan dengan inovasi kepariwisataan. 

"Pupuk kompos adalah contoh positif dari production impact yang bisa direplikasi oleh sektor-sektor lain yang menjadi tupoksi OPD," tutur bupati.

Untuk itu, dirinya berharap agar OPD lintas sektoral dapat meletakkan program serta kegiatannya, tidak hanya menjadi stimulan saja akan tetapi harus bisa menjadi pendorong untuk memperkuat potensi-potensi yang ada.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan PT WKS yang telah menggunakan produk kompos dari Desa Delima. 

Bupati juga akan mengajak perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada untuk melakukan hal yang sama kepada desa-desa yang juga memproduksi kompos. “Nilai-nilai kemanusiaan jangan sampai hilang, yang dapat mengakibatkan lingkungan sekitar menjadi rusak,” tukasnya. (Vid/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top