Warga Protes Galian Jalan Kabupaten di Desa Wonosari, DPRD Mesuji Turun Tangan

Atas laporan warga, Ketua DPRD Kabupaten Mesuji, Elfianah, beserta beberapa anggota dewan telah meninjau langsung ke lokasi galian ini. Elfianah juga sudah konfirmasi dengan Camat Mesuji Timur, Tarbin Putra, prihal tersebut.



MESUJI, IPHEDIA.com - Warga masyarakat Sungai Cambai beramai-ramai memprotes galian jalan kabupaten yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Warga tidak terima jika air dari perkebunan PT Bangun Tata Asri Lampung (BTLA) di alirkan ke Sungai Buaya.

Sutono mewakili warga setempat mengatakan, silahkan saja kalau perusahaan mau menggali di mana saja, tapi airnya jangan di alirkan ke Sungai Buaya. "Karena air yang kumuh dan tidak layak pakai bisa berdampak ke desa kami," kata Sutono, Minggu.

Pemerintahan desa (kepala desa) adalah perpanjangan dari pemerintah pusat provinsi dan kabupaten. Berkaitan dengan adanya galian jalan kabupaten yang dilakukan oleh pihak PT BTLA, jalan penghubung antara Desa Wonosari dan KTM Kecamatan Mesuji Timur, mereka (Kades) yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak pernah mengeluarkan surat izin penggalian.

Pasalnya, Kades hanya diberitahu dari camat bahwa PT BTLA akan melakukan penggalian jalan kabupaten. Jalan kabupaten kewenangannya ada di kabupaten. Namun, menurut Patut, Manejer Divisi 1 PT BTLA, Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah memberikan izin dari tahun 2020. 

Atas laporan warga, Ketua DPRD Kabupaten Mesuji, Elfianah, beserta beberapa anggota dewan telah meninjau langsung ke lokasi galian ini. Elfianah juga sudah konfirmasi dengan Camat Mesuji Timur, Tarbin Putra, prihal tersebut.

Elfianah mengatakan, kepada dirinya Camat Mesuji Timur menyebut beberapa bulan lalu sudah rapat dengan Kepala Desa (Kades) Wonosari dan Tanjungmas Makmur, tapi tidak dengan masyarakat atau Kepala Desa Sungai Cambai. "Padahal yang terdampak nantinya masyarakat sungai Cambai," jelas Elfianah. (Muslim/Ip)  

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top