TNI-Polri Turun Langsung Percepat Distribusi 70 Ribu Bansos PPKM Darurat

Usai mengunjungi posko PPKM mikro di Desa Sawotratap, Menkes RI, Panglima TNI, Kapolri didampingi jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, memberangkatkan bantuan sosial PPKM Darurat di halaman MPP Sidoarjo.
 


SIDOARJO, IPHEDIA.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, meninjau posko PPKM Mikro di Balai Desa Sawotratap, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sabtu.

Pada kesempatan ini Menkes, Panglima TNI dan Kapolri, juga berkomunikasi secara virtual dengan warga setempat yang menjalani isolasi mandiri. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi, berharap percepatan penanganan Covid-19 yang melanda Desa Sawotratap. 

“Perkuat sinergitas empat pilar TNI, Polri, pemerintah desa dan puskesmas atau bidan desa, terkait kesembuhan warga yang terkonfirmasi Covid-19. Perhatikan betul setiap perkembangan warga yang jalani isolasi mandiri, termasuk upaya 3T dan penerapan disiplin protokol kesehatan ke masyarakat,” pesannya.

Usai mengunjungi posko PPKM mikro di Desa Sawotratap, Menkes RI, Panglima TNI, Kapolri didampingi jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, memberangkatkan bantuan sosial PPKM Darurat di halaman MPP Sidoarjo. 

“Secara nasional, bansos berjumlah 70.000 paket sembako dan 2.500 ton beras agar secepatnya disalurkan kepada warga terdampak adanya PPKM Darurat Jawa-Bali,” ujar Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebelum memberangkatkan bansos PPKM Darurat di Sidoarjo.

Seluruh jajaran TNI-Polri juga telah diinstruksikan untuk segera melakukan percepatan penyaluran bansos PPKM Darurat kepada masyarakat, terutama untuk warga yang perekonomiannya terdampak akibat adanya pandemi Covid-19. Tidak hanya percepatan, namun Kapolri juga menekankan agar penyalurannya dikawal hingga tepat sasaran.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa untuk menghadapi Covid-19 diperlukan peran dari masyarakat semua. "Jika diibaratkan kondisi saat ini kita sedang menghadapi peperangan menghadapi musuh yang tidak kelihatan, yakni virus corona," katanya mengibaratkan.

Ada strategi defensif-ofensif untuk menghadapi Covid-19, lanjut Panglima TNI. Strategi pertama, yaitu defensif dengan patuhi protokol kesehatan 5M dan melaksanakan vaksinasi sehingga diharapkan pertahanan diri akan kuat.

Strategi selanjutnya adalah ofensif, yaitu bagaimana menyerang musuh yang tidak kelihatan tersebut. Strategi tersebut menurut Panglima TNI adalah tugas tenaga kesehatan diantaranya testing, tracing dan treatment. 

“Saat ini kita perlu bersama-sama menunjukkan peran masing-masing untuk melawan musuh yang tidak kelihatan ini,” katanya.

Panglima TNI meminta masyarakat untuk selalu menggunakan masker sebab peran perorangan sangat menentukan agar semua masyarakat tidak terserang oleh musuh, yaitu Covid-19.

Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menambahkan, bila saat ini yang harus ditekan adalah mobilitas masyarakat sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19, khususnya di daerah-daerah. 

“Mau tidak mau kita harus menjaga mobilitas dengan melaksanakan upaya-upaya pembatasan. Kepatuhan pada aturan PPKM Darurat juga harus ditingkatkan," tegasnya. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top