Tak Nyaman Dicari Polisi, DPO Curat Menyerahkan Diri ke Polsek Terusan Nunyai

"Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Terusan Nunyai, Rabu, 14 Juli 2021 sekira jam 17.00 WIB," kata Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik.



TERUSAN NUNYAI, IPHEDIA.com - MH alias Toni (23) DPO pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), warga Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menyerahkan diri ke Polsek Terusan Nunyai. 

"Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Terusan Nunyai, Rabu, 14 Juli 2021 sekira jam 17.00 WIB," kata Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik., Jumat.

Menurut Santoso, sebelum MH alias Toni menyerahkan diri, pelaku lainnya Yani telah tertangkap lebih dulu. Saat di periksa polisi, Yani mengatakan MH alias Toni yang melakukan pencurian di rumah korbannya di Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai.

Peristiwa itu terjadi ketika korban terbangun dari tidur mendengar ada suara gaduh dari kamar Musa anaknya yang memergoki maling masuk ke dalam rumah. Anak korban berusaha mengejar namun tidak berhasil.

Dalam melakukan aksinya, pencuri berhasil menggasak 1 unit sepeda motor Honda Beat warna magenta hitam tahun 2016 Nopol BE 4653 IO, berikut kunci kontaknya dan 1 unit handphone Xiaomi type Redmi 9 warna abu-abu. Atas kejadian itu korban melapor ke Polsek Terusan Nunyai.

Dalam kasus ini satu pelaku telah ditangkap. Karena merasa tidak nyaman dicari polisi, akhirnya satu pelaku lainnya MH alias Toni yang sempat DPO menyerahkan diri ke Mapolsek Terusan Nunyai. 

"Pelaku menyerahkan diri berikut barang buktinya, yakni handphone Xiomi type Redmi 9 warna abu-abu, dibawanya sebagai bukti bahwa betul dirinya yang mengambil HP milik korban," terang Santoso.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top