Tak Indahkan Prokes dan Satgas Covid-19, Sohibul Hajat, Pemain Musik Berikut Alat Orgen Tunggal Dibawa ke Polres Lamteng

"Kami amankan pemilik hajatan dan pemain musik berikut alat orgen tunggal, Kamis, 8 Juli 2021 kemarin," kata Kasatreskrim AKP Edi Qorinas, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Karena tidak mengindahkan undang-undang atau pejabat yang berwenang terkait pelarangan kegiatan sosial kemasyarakatan, atau hajatan di tengah pandemi Covid-19, pemilik hajatan (sohibul hajat), pemain musik berikut alat orgen tunggal diamankan ke Mapolres Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamteng memproses hukum terkait dugaan pelanggaran kegiatan sosial hajatan di Kampung Sidokerto, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah ini.

"Kami amankan pemilik hajatan dan pemain musik berikut alat orgen tunggal, Kamis, 8 Juli 2021 kemarin," kata Kasatreskrim AKP Edi Qorinas, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik., Jumat. 

Penindakan ini dilakukan dikarenakan sohibul hajat tetap melangsungkan hajatannya meski sudah diingatkan oleh pihak kepolisian (Polsek Bumiratu Nuban) dan Satgas Covid-19 Kecamatan Bumiratu Nuban. 

Ditambahkan Edy Qorinas, sohibul hajat diduga tidak menerapkan protokol kesehatan dan tetap menyelenggarakan hajatan dengan hiburan musik orgen tunggal, serta tidak meminta izin kepada Satgas Covid-19 serta pihak Polsek Bumiratu Nuban.

"Jadi, kegiatan yang diduga melanggar itu, tetap berlangsung dan digelar secara diam-diam. Sehingga kami amankan sohibul hajat dan alat musik orgen tunggalnya," jelasnya.

Jika nanti ternyata terbukti, kata Edy Qorinas, sohibul hajat dan pemain musik orgen tunggal, prosesnya akan dinaikkan ke proses sidik. "Pelanggar bisa saja dikenakan Pasal 216 ayat (1) KUHpidana, atau undang-undang kesehatan, menyelenggarakan hajatan di tengah pandemi Covid-19," sebutnya.

Edy Qorinas menegaskan, kepada seluruh masyarakat di Lampung Tengah dihimbau untuk menunda semua kegiatan sosial kemasyarakatan, dan mematuhi UU serta pejabat yang berwenang di daerah.

"Kita semua harus bersabar. Semua kegiatan hajatan masyarakat kita tunda dulu. Minimal hingga satu bulan ke depan. Saat ini, Lamteng masih zona orange Covid-19. Mari bersama-sama kita tekan penularan Covid-19 tersebut," tandas Edy Qorinas. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top