Setelah Hampir 20 Tahun, AS Serahkan Lapangan Terbang Bagram ke Afghanistan

Administrator distrik Afghanistan untuk Bagram, Darwaish Raufi, mengatakan keberangkatan Amerika dilakukan semalam tanpa koordinasi dengan pejabat lokal, dan akibatnya pada Jumat pagi, puluhan penjarah lokal menyerbu melalui gerbang yang tidak terlindungi sebelum pasukan Afghanistan mendapatkan kembali kendali.

Foto: AP

KABUL, IPHEDIA.com — Setelah hampir 20 tahun, militer AS meninggalkan Lapangan Terbang Bagram, pusat perangnya untuk menggulingkan Taliban dan memburu para pelaku serangan teroris pada 9 November di Amerika oleh al-Qaida, kata dua pejabat AS, Jumat.

Lapangan terbang itu diserahkan kepada Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghanistan secara keseluruhan. Mereka mengatakan dengan syarat mereka tidak diidentifikasi karena tidak berwenang untuk merilis informasi tersebut ke media.

Salah satu pejabat juga mengatakan komandan tertinggi AS di Afghanistan, Jenderal Austin S. Miller, masih mempertahankan semua kemampuan dan otoritas untuk melindungi pasukan.

Administrator distrik Afghanistan untuk Bagram, Darwaish Raufi, mengatakan keberangkatan Amerika dilakukan semalam tanpa koordinasi dengan pejabat lokal, dan akibatnya pada Jumat pagi, puluhan penjarah lokal menyerbu melalui gerbang yang tidak terlindungi sebelum pasukan Afghanistan mendapatkan kembali kendali.

"Mereka dihentikan dan beberapa telah ditangkap dan sisanya telah dibersihkan dari pangkalan," kata Raufi kepada The Associated Press, seraya menambahkan bahwa para penjarah menggeledah beberapa bangunan sebelum ditangkap dan Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghanistan (ANDSF) mengambil kendali.

“Sayangnya Amerika pergi tanpa koordinasi dengan pejabat distrik Bagram atau kantor gubernur,” kata Raufi. “Saat ini pasukan keamanan Afghanistan kami memegang kendali baik di dalam maupun di luar pangkalan.”

Wakil juru bicara menteri pertahanan, Fawad Aman, tidak mengatakan apa-apa tentang penjarahan pagi itu. Dia mengatakan hanya pangkalan yang telah diserahkan dan “ANDSF akan melindungi pangkalan dan menggunakannya untuk memerangi terorisme.”

Penarikan dari Lapangan Udara Bagram adalah indikasi paling jelas bahwa yang terakhir dari 2.500-3.500 tentara AS telah meninggalkan Afghanistan atau mendekati keberangkatan, beberapa bulan sebelum janji Presiden Joe Biden bahwa mereka akan pergi pada 11 September. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top