Presiden Xi Jinping Peringatkan China Tak Gentar dengan Intimidasi Asing

Dalam pidato selama satu jam dari Lapangan Tiananmen, Xi berjanji untuk membangun militer China, berkomitmen untuk penyatuan kembali Taiwan dan mengatakan stabilitas sosial akan dipastikan di Hong Kong sambil melindungi keamanan dan kedaulatan China.

Foto: Reuters

BEIJING, IPHEDIA.com - Presiden China, Xi Jinping, pada Kamis memperingatkan bahwa pasukan asing yang mencoba menggertak negara itu akan "dipenggal kepalanya", dan memuji "dunia baru" yang diciptakan oleh rakyatnya saat Partai Komunis yang berkuasa di negara itu memperingati seratus tahun pendiriannya.

Dalam pidato selama satu jam dari Lapangan Tiananmen, Xi berjanji untuk membangun militer China, berkomitmen untuk penyatuan kembali Taiwan dan mengatakan stabilitas sosial akan dipastikan di Hong Kong sambil melindungi keamanan dan kedaulatan China.

"Rakyat China tidak hanya pandai menghancurkan dunia lama, mereka juga telah menciptakan dunia baru," kata Xi, pemimpin paling kuat China sejak Mao Zedong, pendiri Republik Rakyat. "Hanya sosialisme yang bisa menyelamatkan China," jelasnya.

Xi dan partainya naik tinggi ketika China pulih dengan cepat dari wabah Covid-19 dan mengambil sikap yang lebih tegas di panggung global.

Tetapi Beijing menghadapi kritik eksternal atas tindakan kerasnya di Hong Kong dan perlakuan terhadap etnis minoritas di Xinjiang, dan berurusan dengan prospek demografis yang memburuk yang membahayakan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sebuah survei terhadap 17 negara maju yang dirilis pada Rabu oleh Pew Research Center yang berbasis di AS menunjukkan bahwa pandangan tentang China secara luas tetap negatif dan kepercayaan pada Xi mendekati posisi terendah dalam sejarah.

Pada Kamis, Xi mengatakan bahwa rakyat China tidak akan pernah membiarkan kekuatan asing untuk menggertak, menindas, atau menundukkan mereka.

"Siapa pun yang berani mencoba melakukan itu, kepalanya akan dibenturkan dengan darah ke Tembok Besar baja yang ditempa oleh lebih dari 1,4 miliar orang China," katanya, melansir Reuters.

Ucapannya itu memicu tepuk tangan dari 70.000 orang yang diundang dan berkumpul di alun-alun besar di pusat kota Beijing. Ungkapan tersebut menjadi topik trending teratas di Weibo seperti Twitter China pada Kamis pagi.

Tang Renwu, seorang profesor manajemen publik di Beijing Normal University, mengatakan pembicaraan keras itu sebagai tanggapan atas upaya AS dan Barat untuk menahan dan menekan China.

"Respons Xi yang lebih kuat dari biasanya akan menimbulkan sentimen yang lebih patriotik dan nasionalistik di antara orang-orang China," jelas Tang. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top