Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto: Tetapkan Dua Strategi Vaksinasi Cegah Covid-19

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, strategi pertama, yakni dilaksanakan reguler di tempat-tempat seperti puskesmas, di wilayah Makorem maupun Mapolres yang setiap hari siap melayani masyarakat. 



SURABAYA, IPHEDIA.com - Guna menekan penyebaran Covid-19, pemerintah gencar melaksanakan vaksinasi. Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan melalui dua strategi sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

"Saya sampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi kami lakukan menggunakan dua strategi," ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Surabaya, Jumat. 

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, meninjau bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Ganip Warsito, dan didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta sejumlah pejabat Forkopimda provinsi setempat.

Lebih lanjut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, strategi pertama, yakni dilaksanakan reguler di tempat-tempat seperti puskesmas, di wilayah Makorem maupun Mapolres yang setiap hari siap melayani masyarakat.

"Kemudian, strategi kedua adalah serbuan vaksinasi yang dilaksanakan secara bersama dan dalam jumlah besar," ucapnya.

Dengan strategi tersebut, tambah Panglima TNI Marsekal Hadi, diharapkan target di Jawa Timur sebanyak 200 ribu hingga 300 ribu orang divaksin setiap hari bisa tercapai.

"Sehingga, harapan semua untuk masyarakat Jatim, khususnya di wilayah Surabaya Raya pada pertengahan Agustus 2021 sudah tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity," tegasnya.

Kendati demikian, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berpesan agar selalu menggunakan masker karena 95 persen akan menghindarkan masyarakat dari paparan Covid-19. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top