Menangkan Kasus Dugaan Curanmor, Yosep Arnoly, SH: Dua Klien Kita Telah Menghirup Udara Bebas

Kedua terdakwa divonis terbukti tidak bersalah melakukan dugaan pencurian sepeda motor (Curanmor) setelah seluruh bukti-bukti dan keterangan saksi- saksi dalam persidangan tidak terbukti seperti yang telah didakwakan oleh jaksa penuntut umum.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Setelah melalui proses sidang panjang di Pengadilan Negeri Lampung Tengah, Organisasi Bantuan Hukum Lembaga Bantuan Kesehatan Negara Semesta (OBH-LBKNS)  berhasil menangkan sidang kasus dugaan pencurian sepeda motor dengan terdakwa Sapandi dan Doni Arista, berakhir dengan putusan bebas dari majelis hakim.

Kedua terdakwa divonis terbukti tidak bersalah melakukan dugaan pencurian sepeda motor (Curanmor) setelah seluruh bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi dalam persidangan tidak terbukti seperti yang telah didakwakan oleh jaksa penuntut umum.

Putusan yang dibacakan ketua majelis hakim yang menyatakan terdakwa Sapandi dan Doni Arista secara sah tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum berdasarkan Pasal 363 Ayat (1) Ke 4 dan Ke 5 KUHP, dianggap sudah tepat oleh Yosep Arnoly, SH., selaku kuasa hukum kedua terdakwa. "Putusan hakim Pengadilan Negeri Gunungsugih sudah sangat tepat," ucap Yosep, Jumat.

Yosep yang juga Ketua Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Lembaga Bantuan Kesehatan Negara Semesta (LBKNS) ini mengatakan, sejak dari awal kedua kliennya tersebut memang tidak melakukan seperti hal yang dituduhkan. "Semua yang dituduhkan kepada kedua klien kita sekarang sudah terbukti di meja pengadilan," katanya.

Yosep beranggapan, selama ini kliennya hanya mental down dan terkena tekanan phisikologis saat dilakukan pemeriksaan, sehingga kedua kliennya hanya mengiyakan saat diberikan semua tuduhan selama ini. 

"Kedua klien kita ini hanya seorang buruh tebang tebu, dituduh melakukan pencurian dengan pemberatan, sedangkan mereka tidak pernah melakukannya. Akibat tekanan phisikologis gaya dialek penyidik yang tidak humanis dalam pemeriksaan mereka, sehingga mereka down mental. Kalau seseorang sudah down mental, semua di iyakan, walaupun mereka tidak melakukan," bebernya.

Mulai Kamis kemarin kedua kliennya ini telah menghirup udara bebas. "Sudah kita jemput bersama keluarga bersangkutan di Lapas Kelas II B Gunungsugih dan mereka langsung pulang ke rumah masing-masing," tutup Yosep. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top