Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Turun 7,21 Ribu Orang

Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Lampung mencapai 1,08 juta orang (12,62%).



BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung pada periode Maret 2021 mengalami penurunan dibandingkan September 2020. 

"Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 7,21 ribu orang atau sebesar 0,14 poin pada Maret 2021 jika dibandingkan data September 2020," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Faizal Anwar, dalam rilis melalui canal Youtube-nya, Kamis.

Ia menjelaskan, pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Lampung mencapai 1,08 juta orang (12,62%). Kondisi tersebut turun sebesar 7,21 ribu orang dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar 1,09 juta orang (12,76%).

Pada Maret 2021, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sebesar 9,29% atau turun 0,30 poin dibandingkan September 2020 yang sebesar 9,59%. 

Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2021 sebesar 14,18% atau mengalami penurunan 0,04 poin jika dibandingkan September 2020 yang sebesar 14,22%.

Selama periode September 2020 - Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 4,68 ribu orang (dari 259,28 ribu orang pada September 2020 menjadi 254,60 ribu orang pada Maret 2021). 

Sedangkan, di daerah perdesaan turun sebanyak 2,53 ribu orang (dari 831,86 ribu orang pada September 2020 menjadi 829,33 ribu orang pada Maret 2021).

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). 

Sumbangan garis kemiskinan makanan pada Maret 2021 tercatat sebesar 75,58%. Kondisi ini meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2020 yaitu sebesar 75,40%.garis 

Gini Ratio pada Maret 2021 adalah sebesar 0,323. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan September 2020 yang sebesar 0,320. "Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan di Provinsi Lampung termasuk kategori ketimpangan rendah," jelasnya. (*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top