Gubernur Herman Deru Ajak Petani Tingkatkan Kualitas dan Mutu Karet

"Kita harus tahu kenapa harga karet  tidak begitu baik, itu karena tidak memperhatikan mutu dan kualitas karet seperti kurang bersih. Saya mengajak para petani, perlu peningkatan mutu Bahan Olah Karet (BOR) seperti jenis Lateks," ajak HD.



BANYUASIN, IPHEDIA.com - Gubernur Sumsel, H Herman Deru (HD), mengajak para petani di Provinsi Sumatera Selatan untuk meningkatkan kualitas dan mutu Bahan Olah Karet (BOR).

"Kita harus tahu kenapa harga karet  tidak begitu baik, itu karena tidak memperhatikan mutu dan kualitas karet seperti kurang bersih. Saya mengajak para petani, perlu peningkatan mutu Bahan Olah Karet (BOR) seperti jenis Lateks," ajak HD. 

Hal tersebut diutarakan Herman Deru saat penyerahan bantuan alat ukur Kadar Karet Kering (K3) dan oven pengering kopra bagi IKM Banyuasin serta Sertifikat Halal bagi IKM di Sumsel, bertempat di Lokasi Pengolahan Kopra UMKM Gasing Maju Bersama Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Kamis. 

Menurutnya, melalui Alat Ukur K3 akan buka wawasan para petani untuk dapat mengetahui harga karet sehingga tidak lagi dijajah oleh pembeli karena manfaatnya luar biasa dapat mengukur kadar karet. 

Ia menyebut, harga karet sekarang membaik dengan harga mencapai Rp1800. Masyarakat musti tahu harga tersebut membaik karena negara tetangga lockdown. "Maka saat ini masa emas kita dalam perbaiki mutu karet," ujarnya. 

Terkait pengeringan kopra, HD mengatakan saat ini untuk mengeringkan tidak bisa lagi mengandalkan cuaca dapat kering dalam 24 jam dan oven pengering kopra sangat bermanfaat dalam proses pengeringan tersebut.

Kadis Perindustrian, Hj Ernila Rizar mengatakan, bantuan alat ukur K3 dan oven pengering kopra merupakan bentuk kepedulian beberapa perusahaan yang mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan mutu kelapa dan kopra di Sumsel.

Sementara itu, Bupati Banyuasin, H Askolani, mendukung Pemprov Sumsel dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan salah satunyaya dengan memberikan lahan melalui program food estate. (mn/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top