Ditangkap Tekab 308 Polres Lamteng, Residivis Kembali Masuk Penjara

"Pelaku digerebek di rumahnya di Kampung Tanjungratu, Jumat, 16 Juli 2021 sekira jam 05.30 WIB," ujar Kasat Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - JA alias Johan (28) residivis yang sudah keluar masuk penjara, warga Kampung Tanjungratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung ini, kembali ditangkap Team Tekab 308 Polres Lamteng.

Kali ini, JA alias Johan yang terlibat dua laporan polisi di Polsek Terbanggibesar tanggal 17 Februari 2021 dan menjadi DPO Polsek Way Pengubuan tanggal 6 Maret 2021 itu, dibekuk polisi karena melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor).

"Pelaku digerebek di rumahnya di Kampung Tanjungratu, Jumat, 16 Juli 2021 sekira jam 05.30 WIB," ujar Kasat Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas, SH, MH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.Ik., Sabtu.

Dalam aksinya, pelaku melakukan curanmor yang terparkir di samping rumah korbannya di Perumahan Gunung Madu Gardena, Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, Selasa, 16 Februari 2021 sekira jam 09.00 WIB. 

Korban mengetahui sepeda motornya hilang yang terparkir di samping rumah setelah ia bangun tidur. Namun, aksi pelaku terekam CCTV di rumah korban. Selanjutnya, korban melaporkannya ke Polsek Terbanggibesar.

Dari laporan itu, Ipda Pande S. Tr.K., bersama anggota Team Tekab 308 Polres Lampung Tengah melakukan penyelidikan mendapatkan informasi keberadaan pelaku yang saat itu sedang berada di rumah. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam Nopol BE 5896 QM.

“Pelaku juga mengakui pernah melakukan aksi pencurian  sebanyak dua kali di wilayah Polresta Bandarlampung dan pernah menjalani lima LP di Polsek Terbanggibesar Lampung Tengah dengan vonis pengadilan 10 tahun 6 bulan," terang Edi Qorinas.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top