Dampak Permenkumham Perubahan, 30 Warga Binaan Lapas Kalianda Dirumahkan

Kegiatan asimilasi dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 24 Tahun 2021 tentang Asimilasi Di Rumah. Dalam pemberian asimilasi warga binaan pemasyarakatan Lapas Kalianda ini tidak dikenakan biaya apapun alias 0 rupiah.



KALIANDA, IPHEDIA.com - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengasimilasi rumahkan sebanyak 30 orang dan mengintegrasikan 2 orang warga binaan di lapas ini, Jumat.

Asimilasi dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 24 Tahun 2021 tentang Asimilasi di Rumah. Dalam pemberian asimilasi warga binaan pemasyarakatan Lapas Kalianda ini tidak dikenakan biaya apapun alias 0 rupiah.

Kepala Lapas Kalianda, Dr Tetra Destorie menjelaskan, kegiatan asimilasi tersebut dilakukan berdasarkan Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021 tentang Asimilasi di Rumah menggantikan Permenkumham sebelumnya.

"Kegiatan asimilasi di rumah ini merupakan perubahan dari peraturan sebelumnya, yaitu pada Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020," tutur Kalapas Kalianda.

"Alhamdulillah, di hari Jumat yang berkah ini, 30 warga binaan kita 'Dirumahkan' dan 2 warga binaan kita juga bisa pulang dengan pembebasan bersyarat," tambahnya.

Ia berharap mudah-mudahan ke depannya kegiatan asimilasi akan berjalan dengan lancar dan mampu meminimalisir resiko Covid-19 masuk ke Lapas Kalianda.

"Kita semua berharap yang terbaik. Mudah-mudahan kegiatan asimilasi hari ini dan ke depannya berjalan lancar, sehingga mampu meminimalisir resiko penularan Covid-19 ke Lapas Kalianda," tutup Dr Tetra Destorie. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top