Bupati Tanjabbar Didaulat Jadi Narasumber Pelatihan Teknis Non Aparatur

Dalam paparannya, Bupati Tanjabbar yang juga didampingi Ketua TP PKK Hj Fadhilah Sadat menjelaskan pentingnya menjaga kualitas/mutu beras dengan memperhatikan proses penyimpanan gabah setelah panen.



TANJABBAR, IPHEDIA.com - Bupati Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Drs H Anwar Sadat, M.Ag., didaulat menjadi narasumber dalam pelatihan teknis bagi Non Aparatur Angkatan XXVIII (Komoditas Padi) di Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Jambi, di Kecamatan Pengabuan, Rabu.

Diakui oleh pihak BPP maupun kelompok tani peserta pelatihan, pelatihan kali ini adalah momen perdana hadirnya bupati sebagai narasumber. Adapun materi pelatihan yang disampaikan oleh bupati terkait panen dan pasca panen tanaman padi. 

Dalam paparannya, Bupati Tanjabbar yang juga didampingi Ketua TP PKK Hj Fadhilah Sadat menjelaskan pentingnya menjaga kualitas/mutu beras dengan memperhatikan proses penyimpanan gabah setelah panen. Hal ini tentunya dimaksudkan agar beras yang dihasilkan petani dapat bersaing dengan beras dari luar, seperti dari Palembang, Lampung, Padang dan daerah lainnya.

"Pemda telah melakukan terobosan dalam menyerap beras produksi petani di antaranya dengan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat untuk membeli dan mengkonsumsi beras lokal yang dihasilkan petani Tanjungjabung Barat," papar bupati. 

Ditambahkannya, bahwa saat ini pemerintah juga telah menjalin kerjasama antar daerah, termasuk dalam rangka mengembangkan potensi-potensi yang layak dikerjasamakan, termasuk juga terkait pemasaran beras petani.

“Jadi, dalam hal ini pemerintah akan terus berupaya mencari solusi pemasaran bagi beras produksi petani kita. Oleh karenanya sangat penting untuk memperhatikan dan menjaga kualitas beras agar bisa bersaing dengan beras produksi daerah lain,” ujarnya. (Vid/*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top