Tiga Kali Lolos Digerebek, Pelaku Pencuri Ayam Ini Menyerahkan Diri ke Mapolsek Terusan Nunyai

"Dengan diantar keluarga dan didamping kepala kampungnya, Sodikin, pelaku SGT alias Yanto menyerahkan diri ke Polsek Terusan Nunyai,” kata Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.IK.



TERUSAN NUNYAI, IPHEDIA.com - Dengan diantar keluarga dan didampingi kepala kampung, SYT alias Yanto (30) warga Kampung Gunungbatin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pelaku pencuri belasan ayam bangkok milik tetangga di kampungnya menyerahkan diri ke Mapolsek Terusan Nunyai.

"Dengan diantar keluarga dan didamping kepala kampungnya, Sodikin, pelaku SGT alias Yanto menyerahkan diri ke Polsek Terusan Nunyai,” kata Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Wawan Setiawan, S.IK., Sabtu.

Pelaku menyerahkan diri pada Jumat sekira jam 18.00 WIB setelah pihak Polsek mengimbau keluarganya agar pelaku menyerahkan diri. Sebab, sudah tiga kali dilakukan penggerebekan oleh polisi, pelaku tidak berhasil digiring ke Mapolsek.  

Dalam melakukan aksinya, pelaku menggasak 11 ekor ayam yang berada di dalam kandang di halaman rumah korbannya pada Senin, 17 Mei 2021 sekira jam 03.30 WIB. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta.

"Dari penggerebekan pertama di rumah pelaku di dapat dua ekor ayam bangkok milik korban sebagai bukti bahwa pelaku benar yang melakukan pencurian ayam tersebut,” jelasnya.            

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku SGT alias Yanto dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan 7 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top