Tanjungjabung Barat Perkuat Tim Tracer Covid-19 Melalui Aplikasi Silacak

"Diperlukan langkah- langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan mempercepat dan meningkatkan kapasitas pemeriksaan, pelacakan, karantina, dan isolasi kasus," kata Anwar Sadat.



KUALA TUNGKAL, IPHEDIA.com - Untuk memperkuat tim Tracer Covid-19 di Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Bupati Tanjabbar, Drs H Anwar Sadat, M.Ag., membuka pelatihan Tracker Covid 19 aplikasi Silacak bagi petugas puskesmas, Babinsa dan Babinkamtibmas, bertempat di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjab Barat, Provinsi Jambi, Jumat. 

Bupati Tanjabbar menyampaikan, situasi kasus Covid-19 ditingkat global maupun nasional masih sangat tinggi. Bahkan, di Kabupaten Tanjab Barat pernah berada di zona merah, dan saat ini sudah memasuki zona orange.

"Diperlukan langkah- langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan mempercepat dan meningkatkan kapasitas pemeriksaan, pelacakan, karantina dan isolasi kasus," kata Anwar Sadat.

Ia mengatakan, proses pemeriksaan, pelacakan, karantina, dan isolasi merupakan satu rangkaian kegiatan  yang akan berhasil dilakukan jika dilakukan dengan cepat dan disiplin.

"Tracking dilakukan untuk deteksi dini Covid-19 sebagai upaya memutus mata rantai penularan, pencegahan dan pengendalian melalui penguatan pemeriksaan, pelacakan, karantina, dan isolasi kasus Covid 19," ujarnya.

Menurutnya, pelatihan tracer aplikasi Silacak ini sangat penting dan diperlukan untuk melakukan pelaporan online agar upaya tracing dapat dimonitor dan dievaluasi sehingga data tracing harus selalu dilaporkan secara lengkap dan tepat waktu.
 
"Kita tetap berusaha semaksimal mungkin dan selalu berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh-Nya," harap bupati.

Sementara itu, Kepala Dinkes Tanjabbar, dr Hj Andi Pada, M.Kes., menyebut situasi terkini Covid-19 Kabupaten Tanjab barat suspek sebanyak 165 orang, konfirmasi sebanyak 844 orang, sembuh 564 orang dan meninggal dunia sebanyak 20 orang. 

"Pada saat ini capaian pelaksanaan vaksinasi pada lansia sebanyak 3.212 orang, para lansia umur 50 tahun ke atas sebanyak 1.914 orang," jelasnya.

Pelacak adalah upaya 3T, melengkapi testing dan treatment pelacakan yang dilakukan oleh petugas pelacak (tracer), yaitu petugas kesehatan maupun masyarakat, seperti Babinsa dan Babinkamtibmas, kader, karang taruna, PKK, dan relawan lain yang mendapatkan pelatihan. (Vid/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top