Takut Ditembak, Pelaku Curat Menyerahkan Diri ke Mapolsek Terusan Nunyai

"Pelaku menyerahkan diri pada Kamis, 3 Juni 2021, sekira jam 16.00 WIB, dengan alasan takut ditembak kalau tidak menyerahkan diri," kata Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.



TERUSAN NUNYAI, IPHEDIA.com - Karena takut ditembak, MA alias Toni (23) warga Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung ini, menyerahkan diri ke Mapolsek Terusan Nunyai.

"Pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) tersebut datang ke Mapolsek setempat dengan diantar keluarganya. "Pelaku menyerahkan diri pada Kamis, 3 Juni 2021, sekira jam 16.00 WIB, dengan alasan takut ditembak kalau tidak menyerahkan diri," kata Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Jumat.

Awalnya, pelaku digerebek di rumahnya, Rabu, 2 Juni 2021 sekira jam 20.00 WIB. Penggerebekan ini dipimpin langsung Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, namun tidak membuahkan hasil. Polisi kemudian menyita barang milik korban di rumah tersebut, berupa 1 unit HP merk Oppo A3S, 1 unit HP merk Brand Code dan 1 unit speaker aktive merk Polytron

Sebelum meninggalkan kediaman pelaku, Kapolsek menghimbau kepada keluarganya agar pelaku MA alias Toni menyerahkan diri. Imbauan Kapolsek itu rupanya sampai juga ke pelaku, sehingga akhirnya dia menyerahkan diri dengan diantar keluarganya ke Polsek Terusan Nunyai.

Diketahui, pelaku ini bekerja di rumah korban Suhendi. Tentu ia tahu persis lokasi dan apa yang dimiliki korban.

Kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk mengambil barang milik korban Suhendi, Pepen Suhendar dan Riansyah, berupa speaker aktive merk Polytron warna hitam, 2 unit HP merk Oppo A3S warna ungu dan Nokia A15 warna hitam.

Selain itu, pelaku juga rupanya mengambil barang milik anak korban, berupa 2 unit HP Merk Xiaomi Redmi 4A dan Brand Code serta 1 unit HP merk Samsung J2 warna putih pada Selasa, 1 September 2020 sekira jam 04.00 WIB lalu.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku Ma alias Toni kami jerat Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman tujuh tahun penjara," terang Santoso. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top