Taiwan Mengutuk Penutupan Harian Apple Hong Kong

Surat kabar itu mencetak edisi terakhirnya pada Kamis di mana pemilik taipan dan staf lainnya ditangkap di bawah undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan Beijing di Hong Kong, dan asetnya dibekukan.

Foto: Reuters

TAIPEI, IPHEDIA.com - Taiwan mengutuk penutupan surat kabar pro-demokrasi Hong Kong yang paling vokal, Apple Daily pada Kamis sebagai penindasan politik terhadap media kota yang dikelola China, dengan mengatakan itu membunyikan lonceng kematian bagi kebebasan berbicara dan media.

Surat kabar itu mencetak edisi terakhirnya pada Kamis di mana pemilik taipan dan staf lainnya ditangkap di bawah undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan Beijing di Hong Kong, dan asetnya dibekukan.

Dewan Urusan Daratan China Taiwan yang membuat kebijakan, dalam sebuah pernyataan tentang penutupan Apple Daily, mengatakan pihaknya merasa sangat menyesal dan mengutuk fakta bahwa media Hong Kong tidak dapat beroperasi karena penindasan politik yang dibawa oleh pemerintah nasional terkait hukum keamanan.

"Insiden yang tidak menguntungkan ini tidak hanya membunyikan lonceng kematian bagi kebebasan pers, publikasi, dan berbicara di Hong Kong, tetapi juga memungkinkan masyarakat internasional untuk melihat sendiri totalitarianisme dan otokrasi rezim Partai Komunis," katanya melansir Reuters pada Kamis.

"Pengejaran manusia terhadap kebebasan dan demokrasi serta nilai-nilai universal lainnya tidak akan berakhir oleh sejarah, tetapi sejarah akan selalu mencatat wajah buruk mereka yang berkuasa menekan kebebasan," tambahnya.

Hong Kong telah menjadi sumber ketegangan lain antara Taipei dan Beijing, terutama setelah Taiwan mengecam undang-undang keamanan baru yang diberlakukan Beijing di Hong Kong dan mulai menyambut orang-orang Hong Kong untuk menetap di pulau demokrasi itu. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top