Sebanyak 67 Tersangka Premanisme Diamankan Polda Jatim di Sejumlah Tempat

“Modus operandinya, berupa pemalakan sopir, bus dan truk, lalu calo tiket yang menaikkan harga tiket hingga 400 persen, dan pemerasan kepada sopir-sopir yang melintas dengan menggunakan kekerasan,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko.



SURABAYA, IPHEDIA.com - Menjalankan perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, jajaran Polda Jatim dalam kurun waktu tiga hari telah mengamankan sebanyak 67 tersangka premanisme yang beraksi di Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

Tindakan premanisme terjadi di beberapa tempat, di antaranya di Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Bus Purabaya, dan pangkalan bus atau truk. Tidak tanggung-tanggung, para preman menaikkan harga tiket hingga empat kali lipat, disertai tindak kekerasan memalak kru armada angkutan.

“Modus operandinya, berupa pemalakan sopir, bus dan truk, lalu calo tiket yang menaikkan harga tiket hingga 400 persen, dan pemerasan kepada sopir-sopir yang melintas dengan menggunakan kekerasan,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin.

Dikatakannya, dalam penindakan premanisme ini, total terdapat 67 tersangka yang dilakukan dengan dua proses penindakan, yaitu Proses Delik Pidana Umum dan juga Proses Tipiring.

Untuk Proses Delik Pidana Umum, didapat 27 tersangka dengan 143 laporan polisi. Laporan tersebut berdasarkan barang bukti senjata tajam jenis caluk, helm, dan jaket. Tersangka digugat dengan pasal 17 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Dari Proses Tipiring terdapat 40 orang tersangka, dengan 35 laporan polisi yang berdasarkan pada barang bukti, berupa uang tunai sebesar Rp9.597.000, 3 unit roda empat, 1 unit roda dua, 1 buah dompet dengan 1 KTP dan 1 SIM.

Kemudian, satu lembar kaos bergaris, 3 buah gitar, 1 lembar kwitansi pembayaran pungutan, 69 bendel karcis pungli, 3 buku setoran, 10 unit HP dengan berbagai merk, 1 botol miras, 1 lembar surat pernyataan dan 1 bendel kwitansi.

Keempat puluh tersangka ini terkena Pasal 49 Junto Pasal 17 Perda Jatim No. 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Jatim No. 1 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat. 

“Tersangka terancam hukuman pidana kurungan maksimal tiga bulan, atau denda paling banyak Rp50 juta,” tegas Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top