Protes Anti Monarki di Kerajaan Afrika eSwatini Berubah Menjadi Kekerasan

Kemarahan terhadap Mswati telah meningkat selama bertahun-tahun, dan protes kadang-kadang berubah menjadi kekerasan, dan polisi menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa yang melempar batu.

Raja Swaziland Mswati III (Foto: Reuters)

MBABANE, IPHEDIA.com - Para demonstran di kerajaan kecil eSwatini di Afrika selatan turun ke jalan semalam untuk menuntut reformasi sistem monarki absolutnya, beberapa di antaranya membakar mobil dan toko, menurut laporan media lokal pada Selasa.

Juru bicara pemerintah, Sabelo Dlamini, membantah beberapa laporan media bahwa Raja Mswati III telah melarikan diri dari kekerasan ke negara tetangga Afrika Selatan.

Kemarahan terhadap Mswati telah meningkat selama bertahun-tahun, dan protes kadang-kadang berubah menjadi kekerasan, dan polisi menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa yang melempar batu.

Para pegiat mengatakan raja secara konsisten menghindari seruan untuk reformasi yang berarti yang akan mendorong eSwatini ke arah demokrasi. Mereka juga menuduhnya menggunakan pundi-pundi publik sebagai celengan, mendanai gaya hidup mewah dari 1,5 juta rakyatnya, kebanyakan dari mereka adalah petani subsisten.

Raja berusia 53 tahun itu melansir Reuters menyangkal dirinya sebagai seorang otokrat, dan tidak peduli dengan gaya hidup yang dinikmati oleh dia dan lima belas istrinya, yang di antara mereka menempati beberapa istana yang didanai negara.

Serentetan tindakan keras, seperti penangkapan para pemimpin dan aktivis oposisi pada 2019, tidak banyak membantu untuk mencegah sentimen anti-monarki di bekas protektorat Inggris itu. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top